Berita Finansial & Pasar Modal Indonesia
Pergerakan IHSG, nilai tukar rupiah, harga emas, dan aset digital, dihimpun dari data pasar publik dan disajikan dengan tautan ke sumber aslinya.
40 laporan terbaru · diperbarui otomatis setiap siklus redaksi
-
Aksi Jual Asing Tembus Rp94,87 Triliun Sepanjang 2026, IHSG Terkoreksi Di Tengah Antrean 9 IPO
Berdasarkan laporan lintas media ekonomi nasional pada Sabtu, 24 Oktober 2026, pasar modal Indonesia menghadapi dinamika signifikan ditandai oleh aksi jual investor asing yang menembus angka Rp94,87 triliun serta koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 37,82%, di tengah persiapan sembilan perusahaan yang mengantre melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
-
IHSG Melesat 4,9 Persen Sepekan Ditutup di Level 5.439,26, Kapitalisasi Pasar BEI Melonjak
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif sepanjang pekan perdagangan 19-23 Oktober 2026 dengan membukukan penguatan akumulatif sebesar 4,90%, kendati dibayangi oleh dinamika transaksi investor asing di pasar modal domestik.
-
Danantara Masuk Pasar Saham Saat IHSG Volatile di Tengah Ujian MSCI
Pasar modal Indonesia diguncang gelombang koreksi tajam menyusul langkah MSCI yang membuka konsultasi perubahan klasifikasi pasar RI, memicu volatilitas tinggi dan aksi beli bertahap oleh Danantara pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
-
Bank Mandiri Targetkan Rasio Kecukupan Modal 18%-19% dengan Laba Rp45,5 T
Berdasarkan himpunan data dari berbagai media ekonomi terkemuka, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang solid dengan perolehan laba bersih konsolidasi sebesar Rp45,5 triliun hingga kuartal III 2026 pada Jumat, 23 Oktober 2026.
-
Sejumlah Emiten Besar Kaji Buyback Saham di Tengah Dinamika Pasar Modal
Berdasarkan pantauan lintas media pada Jumat, 23 Oktober 2026, sejumlah perusahaan terbuka besar di Indonesia seperti PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) tengah mengkaji opsi pembelian kembali atau buyback saham guna menjaga stabilitas nilai perusahaan di tengah dinamika pasar modal yang terjadi.
-
Prospek Emiten Holding Investasi Tertekan, IHSG Menguat ke 5.439 di Tengah Volatilitas
Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2026 – Di tengah volatilitas pasar modal yang dipicu oleh pengumuman MSCI, prospek emiten holding investasi diproyeksikan tertekan, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan 0,95% menjadi 5.439,26 pada penutupan akhir pekan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan regulasi kepemilikan saham yang lebih ketat, dengan batas keterbukaan mulai 1%, dan inflasi September 2026 tercatat 3,28% year‑on‑year menurut BPS. Kombinasi faktor‑faktor ini menimbulkan pertanyaan bagi investor institusional dan ritel tentang strategi alokasi dana ke holding investasi.
-
Pendapatan Bunga Bank Mandiri Tumbuh 7,08% Jadi Rp 97,3 Triliun pada Kuartal III-2026
Berdasarkan laporan keuangan yang dihimpun dari berbagai media independen pada Jumat, 23 Oktober 2026, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang solid hingga kuartal III-2026, ditopang oleh pertumbuhan laba bersih konsolidasi yang menembus Rp 45,5 triliun di tengah dinamika pasar keuangan global dan domestik.
-
OJK Denda 166 Pelaku Pasar Modal Total Rp 2,23‑2,52 Triliun
Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2026 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menjatuhkan sanksi denda kepada 166 pihak yang terlibat dalam pelanggaran pasar modal Indonesia. Denda tersebut berkisar antara Rp 2,23 triliun hingga Rp 2,52 triliun, tergantung laporan media. Penetapan sanksi ini diumumkan pada pukul 14.30 WIB, sebagai respons atas praktik manipulasi saham dan pelanggaran regulasi yang dianggap mengancam integritas pasar modal nasional.
-
Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu Jadi Rp2,540 Juta per Gram Pagi Ini
Pergerakan harga emas batangan di pasar domestik mengalami koreksi pada perdagangan akhir pekan, Jumat, 23 Oktober 2026. Berdasarkan pantauan lintas media, harga logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tercatat merosot Rp10.000 per gram dibandingkan hari sebelumnya, seiring dengan dinamika pasar yang dicermati oleh para investor dan masyarakat.
-
Harga Emas Antam Anjlok Rp 10.000 Menjadi Rp 2.540.000 Per Gram pada Jumat
Berdasarkan pemantauan dari berbagai sumber media pada Jumat, 23 Oktober 2026, pasar logam mulia di Indonesia dikejutkan oleh penurunan harga jual dan buyback emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Berita ini menjadi sorotan utama bagi investor ritel maupun institusional yang memantau pergerakan komoditas safe haven di tengah dinamika pasar keuangan domestik.
-
Premi Asuransi Marine Cargo Tertekan, Klaim Naik 16,95% di Tengah Persaingan Ketat
Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa premi asuransi marine cargo hanya tumbuh 3,49% pada kuartal terakhir, sementara klaim asuransi naik tajam sebesar 16,95%. Data ini dirilis bersamaan dengan pernyataan OJK terkait isu delisting PT Bank CIMB Niaga dan pertanyaan 336 investor asing tentang keputusan MSCI, menandakan tekanan regulasi yang meluas di sektor keuangan Indonesia.
-
Sanksi Denda IPO BREN dan CUAN, Pengawasan OJK, hingga Progres Demutualisasi BEI
Berdasarkan laporan Katadata Riset & Ekonomi pada Kamis, 22 Oktober 2026, 18.25 WIB, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi administratif berupa denda Rp 600 miliar terkait pelanggaran ketentuan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) emiten milik Prajogo Pangestu, BREN dan CUAN, di tengah dinamika pasar modal yang juga diwarnai persiapan demutualisasi Bursa Efek Indonesia.
-
IHSG Menguat 1,12% ke 5.387, Transaksi Rp15,31 Triliun pada Kamis 22/10
Pada Kamis, 22 Oktober 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,12% atau naik 59,54 poin ke level 5.387,9 di Bursa Efek Indonesia. Penguatan terjadi setelah saham-saham BUMN serta sektor energi dan finansial mendominasi pergerakan, dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp15,31 triliun pada sesi sore. Kenaikan ini menandai kembali IHSG ke zona hijau setelah sempat tertekan di awal perdagangan.
-
IHSG Diproyeksi Menguat, GIC dan Temasek Bantah Tudingan Terkait MSCI
Berdasarkan laporan terkini dari berbagai media ekonomi nasional pada Kamis, 22 Oktober 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpeluang menguat hingga pekan depan di tengah dinamika pasar keuangan yang diwarnai isu penurunan status bursa oleh MSCI, bantahan dari lembaga investasi Singapura, pelemahan nilai tukar rupiah, serta peringatan dari lembaga pemeringkat internasional.
-
BNGA Hijau di Tengah Wacana Delisting, IHSG Naik 1,7% pada Sesi I
Pada Kamis, 22 Oktober 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks IHSG menguat 1,7% atau 90,63 poin menjadi 5.418,99 pada penutupan sesi I. Di tengah sorotan wacana delisting saham BNGA, investor domestik dan asing tetap menaruh perhatian pada pergerakan pasar; data dari CNBC Indonesia Market mengungkap net sell asing senilai Rp576,7 miliar, terutama pada saham perbankan BBCA, sementara Katadata menyoroti kontribusi positif saham BREN dan BYAN. BEI juga mengumumkan pengeluaran saham high shareholding concentration (HSC) mulai 2 November 2026, menambah dinamika regulasi yang memengaruhi keputusan delisting BNGA.
-
IHSG Berpeluang Menguat Hari Ini, Analis Rekomendasikan PTBA, ACES hingga BBCA
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 22 Oktober 2026, diproyeksikan melanjutkan tren penguatan, meskipun pergerakannya tetap dibayangi oleh potensi koreksi teknikal dan sentimen global.
-
Bank Aladin Kucurkan Pembiayaan Rp 24,9 Miliar Lewat Ekosistem Alfa Group
Berdasarkan laporan Kontan Keuangan pada Rabu, 21 Oktober 2026, PT Bank Aladin Syariah Tbk secara resmi menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 24,9 miliar yang dialirkan melalui ekosistem Alfa Group untuk mendukung ekspansi bisnis ritel nasional.
-
Bank Indonesia Tahan Suku Bunga 5,75 Persen di Tengah Tekanan Rupiah
Berdasarkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 20 hingga 21 Oktober 2026, Bank Indonesia (BI) secara resmi memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75 persen, di tengah bayang-bayang tekanan eksternal terhadap stabilitas nilai tukar rupiah.
-
Rupiah Terancam Tembus Rp 19.000 per Dolar AS Akibat Tekanan MSCI dan Pelarian Modal Asing
Stabilitas nilai tukar rupiah kembali menghadapi tekanan berat di tengah gelombang pelemahan yang melanda pasar domestik pada Rabu, 21 Oktober 2026. Berdasarkan himpunan laporan dari berbagai media nasional, tekanan eksternal dan domestik yang dipicu oleh keluarnya investor asing dari bursa saham serta potensi merembetnya tekanan indeks MSCI ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) menjadi ancaman serius bagi perekonomian nasional.
-
Jelang Pengumuman RDG BI, IHSG Anjlok 0,84% Akibat Tekanan Saham Perbankan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan pada akhir sesi I perdagangan Rabu, 21 Oktober 2026, setelah sempat dibuka menguat, akibat sentimen penantian hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.
-
Harga Emas Antam Turun Rp 10.000, Jadi Rp 2.554.000/gram 21 Okt 2026
Rabu, 21 Oktober 2026, harga emas Antam Logam Mulia mengalami penurunan sebesar Rp 10.000 per gram, menjadi Rp 2.554.000 per gram. Penurunan ini dilaporkan oleh Pegadaian pada pukul 10.40 WIB dan dikonfirmasi oleh Kontan Investasi. Penurunan harga terjadi bersamaan dengan perubahan jadwal konferensi pers Bank Indonesia, menandakan dinamika pasar keuangan hari itu.
-
Arah Kebijakan BI dan Yield AS Jadi Penopang Pergerakan Rupiah dan IHSG
Berdasarkan laporan komprehensif dari berbagai kanal ekonomi pada Rabu, 21 Oktober 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan pasar keuangan nasional berpeluang melanjutkan penguatan. Pergerakan pasar hari ini ditopang oleh sentimen arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI), dinamika yield obligasi Amerika Serikat, serta sinyal teknikal positif setelah sebelumnya sempat mengalami tekanan jual.
-
Bursa Saham RI Terancam Jadi Standalone Market, Potensi Outflow Rp 108 Triliun
Pasar modal Indonesia menghadapi ancaman serius penurunan status menjadi Standalone Market oleh MSCI, yang berpotensi memicu arus keluar dana asing atau capital outflow hingga Rp 108 triliun, menyusul sorotan terhadap transparansi dan dugaan pelanggaran transaksi saham emiten seperti CUAN, BREN, dan DSSA.
-
Pengendali HRTA Akumulasi Saham di Tengah Dinamika Pasar Finansial
Di tengah dinamika dan volatilitas pasar keuangan pada Selasa, 20 Oktober 2026, sejumlah aksi strategis dilakukan oleh pelaku pasar dan otoritas bursa, mulai dari akumulasi saham pengendali HRTA hingga langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memeriksa saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi.
-
AAUI Menilai Volatilitas Pasar Modal Berpotensi Pengaruhi Hasil Investasi Sektor Keuangan
Berdasarkan pemantauan dinamika sektor keuangan pada Selasa, 20 Oktober 2026, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyoroti tingginya volatilitas pasar modal yang berpotensi memengaruhi hasil investasi industri. Di tengah situasi tersebut, berbagai perkembangan signifikan terjadi di ranah otoritas jasa keuangan, mulai dari pemberian izin usaha baru, pengenaan sanksi denda triliunan rupiah, hingga tanggapan atas isu manuver asing di bursa.
-
Lonjakan Pasar Saham dan Rencana Buyback Emiten di Tengah Dinamika MSCI
Berdasarkan pemantauan lintas media pada Selasa, 20 Oktober 2026, pasar keuangan Indonesia diwarnai dinamika signifikan menyusul pengumuman MSCI dan langkah strategis sejumlah emiten perbankan serta BUMN yang mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham guna menjaga nilai perusahaan dan mengoptimalkan nilai pemegang saham.
-
IHSG dan Saham Perbankan Kompak Menguat di Sesi I, Asing Cetak Net Sell Rp1,97 T
Berdasarkan pantauan pasar pada Selasa, 20 Oktober 2026 pukul 13.08 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan jajaran saham perbankan nasional mencatatkan penguatan serentak pada perdagangan sesi I, meskipun di sisi lain investor asing justru membukukan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp1,97 triliun.
-
Telkom Percepat Buyback Saham Rp4 Triliun, Dukung Nilai Jangka Panjang Pemegang Saham
Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2026 – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengumumkan percepatan program buyback saham hingga maksimal Rp4 triliun. Langkah ini diambil untuk memperkuat nilai jangka panjang pemegang saham dan menegaskan disiplin alokasi modal perusahaan. Pengumuman tersebut disampaikan pada pagi hari melalui CNBC Indonesia Market dan Detik Finance, bersamaan dengan laporan bahwa dua emiten Grup Adaro, ADRO dan AADI, juga memulai program buyback masing‑masing senilai Rp5 triliun. Buyback Telkom diperkirakan akan dilaksanakan secara bertahap di Bursa Efek Indonesia.
-
Goldman Sachs Proyeksi Modal Asing Keluar BEI Tembus US$ 5 Miliar
Bursa Efek Indonesia dihadapkan pada tantangan besar setelah lembaga keuangan global Goldman Sachs memproyeksikan potensi keluarnya dana asing hingga melampaui US$ 5 miliar akibat wacana penurunan status pasar saham Indonesia menjadi standalone market oleh MSCI.
-
Rupiah Menguat Tipis ke Rp 18.045 per Dolar AS, Asia Naik
Pada Selasa, 20 Oktober 2026, pasar valuta asing Indonesia membuka sesi perdagangan dengan rupiah menguat tipis ke Rp 18.045 per dolar AS, naik sekitar 0,006 % dibandingkan penutupan sebelumnya. Penguatan ini sejalan dengan tren penguatan mata uang mayoritas di Asia pada hari yang sama. Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berfluktuasi, dibuka melemah di level 4.980 namun kembali menguat ke sekitar 5.000 poin. Data resmi Bank Indonesia mencatat nilai tukar USD/IDR pada 18.042,9 dengan perubahan 0,07 %.
-
IHSG Anjlok 3,64 Persen, Tujuh Emiten Besar Siapkan Aksi Pembelian Kembali Saham
Berdasarkan laporan Kontan Investasi & Makro yang dirilis pada Selasa, 20 Oktober 2026, pukul 06.07 WIB, pasar modal Indonesia diguncang pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok sebesar 3,64%. Di tengah kondisi pasar yang loyo ini, sebanyak tujuh emiten terkemuka—termasuk BREN, BBCA, CUAN, BRPT, DSSA, dan TPIA—secara kompak menyiapkan langkah strategis berupa pembelian kembali (buyback) saham, memicu pertanyaan besar bagi para investor mengenai kelayakan belinya.
-
BEI Siapkan Dua Inisiatif Baru Termasuk Pengeluaran Saham HSC dari IHSG
Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 19 Oktober 2026, mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat transparansi pasar modal melalui penyiapan dua inisiatif baru, salah satunya adalah rencana mengeluarkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
-
Gubernur BI Ungkap Tekanan Rupiah Menembus Rp18.000 dan Antisipasi Kenaikan Suku Bunga AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan signifikan hingga menembus level di atas Rp18.000 per dolar AS, sementara Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti melaporkan langkah-langkah stabilisasi langsung kepada Presiden Prabowo pada Senin, 19 Oktober 2026.
-
IHSG Anjlok Akibat Tekanan Pasar dan Isu MSCI, Ratusan Saham Terkunci ARB
Pasar modal Indonesia diguncang gelombang tekanan jual yang signifikan pada Senin, 19 Oktober 2026, yang berujung pada melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 3,64% akibat sentimen pasar dan kabar pemindahan status oleh MSCI, memaksa otoritas bursa dan pelaku industri merespons cepat situasi ini.
-
IHSG Anjlok 3,64% ke Level 4.996 di Bawah Tekanan Sentimen Pasar
Pasar keuangan domestik mengalami tekanan berat pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2026, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot 3,64% atau turun 188,49 poin ke level 4.996,61, sementara nilai tukar rupiah turut tertekan di kisaran Rp18.046 per dolar AS.
-
IHSG Anjlok Tajam ke Bawah Level 5.000 pada Perdagangan Sesi I, Asing Catat Net Sell
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kejatuhan signifikan pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2026. Berdasarkan laporan dari berbagai media nasional, indeks terpangkas hingga menembus level di bawah 5.000 akibat tekanan jual yang masif dan sentimen negatif yang membayangi pasar domestik maupun global.
-
LPS Kejar Program Penjaminan Polis Asuransi Berlaku Juli 2027, Usul Limit Rp500 Juta
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tengah mempersiapkan desain dan regulasi terkait program penjaminan polis asuransi yang ditargetkan mulai berlaku pada Juli 2027, dengan usulan batas maksimal penjaminan mencapai Rp500 juta per polis.
-
Jaga Stabilitas Pasar, BEI Sesuaikan Aturan Auto Reject Bawah Saham Jadi 7 Persen
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menerapkan penyesuaian aturan batas *auto rejection* bawah (ARB) saham menjadi asimetris sebesar 7 persen yang mulai berlaku pada Senin, 19 Oktober 2026.
-
Transaksi Emas Digital RI Meroket 641% Menembus Nyaris Rp300 Triliun di Tengah Fluktuasi Pasar
Transaksi perdagangan emas digital di Indonesia dilaporkan mengalami lonjakan drastis hingga 641% dengan nilai yang mendekati angka Rp300 triliun, kendati pasar komoditas logam mulia diwarnai dinamika harga yang fluktuatif pada pertengahan Oktober 2026.
-
BP Tapera dan BSI Perkuat Sinergi Pembiayaan Rumah Syariah untuk Guru Pesantren
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BSI) secara resmi memperkuat kolaborasi strategis guna memperluas akses kepemilikan hunian layak berskema syariah bagi para guru di lingkungan pesantren, berdasarkan laporan dari sejumlah media nasional pada Minggu, 18 Oktober 2026.