Harga Emas Antam Anjlok Rp 10.000 Menjadi Rp 2.540.000 Per Gram pada Jumat
Berdasarkan pemantauan dari berbagai sumber media pada Jumat, 23 Oktober 2026, pasar logam mulia di Indonesia dikejutkan oleh penurunan harga jual dan buyback emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Berita ini menjadi sorotan utama bagi investor ritel maupun institusional yang memantau pergerakan komoditas safe haven di tengah dinamika pasar keuangan domestik.
Liputan dari Antara Berita Terkini & Bencana mencatat bahwa harga emas Antam yang dipantau dari laman resmi Logam Mulia di Jakarta pada Jumat pukul 08.58 WIB mengalami koreksi sebesar Rp10.000 menjadi Rp2.540.000 per gram. Angka senada juga dilaporkan oleh Kontan Investasi & Makro yang merinci bahwa penurunan harga jual tersebut dibarengi dengan kejatuhan harga buyback (pembelian kembali) yang lebih tajam, yakni anjlok sebesar Rp30.000 per gram pada perdagangan hari yang sama, Jumat, 23 Oktober 2026. Di sisi lain, perkembangan sektor perbankan turut mewarnai pemberitaan finansial hari ini. Republika News melaporkan bahwa PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membagikan total dividen sekitar Rp50,63 triliun sepanjang kalender 2026, yang mencakup dividen tahun buku 2025 sebesar Rp44,47 triliun. Sementara itu, CNBC Indonesia Market menyoroti langkah strategis Bank Mandiri dalam mendongkrak kinerja melalui penguatan ekosistem digital, layanan emas digital, serta peningkatan kualitas layanan yang diganjar penghargaan CX100.
Dampak bagi pembaca
Penurunan harga emas Antam dan buyback memberikan sinyal koreksi jangka pendek bagi para investor ritel, yang menuntut kehati-hatian dalam mengatur portofolio investasi aset fisik. Di sektor perbankan, distribusi dividen yang masif oleh emiten besar seperti Bank Mandiri menunjukkan likuiditas yang tetap terjaga, sekaligus memberikan daya tarik tersendiri bagi investor pasar saham di tengah fluktuasi harga komoditas.
Buka sumber asal: Kompilasi 4 Media (Antara Berita Terkini & Bencana, Kontan Investasi & Makro, Republika News)