BEI Siapkan Dua Inisiatif Baru Termasuk Pengeluaran Saham HSC dari IHSG
Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 19 Oktober 2026, mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat transparansi pasar modal melalui penyiapan dua inisiatif baru, salah satunya adalah rencana mengeluarkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Berdasarkan laporan Kontan Investasi & Makro dan liputan Sindonews Ekonomi & Bisnis yang dirilis pada hari yang sama, kebijakan ini mengemuka setelah pihak bursa melakukan pertemuan dengan penyedia indeks global MSCI. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa kebijakan utama tersebut mencakup dikeluarkannya seluruh saham dengan kategori HSC dari perhitungan bobot indeks. Selain itu, inisiatif kedua yang disiapkan bursa adalah aturan baru mengenai pengungkapan afiliasi pemegang saham sebesar 1 persen guna meningkatkan keterbukaan informasi bagi para investor di pasar keuangan domestik. Di sisi lain, dinamika pasar modal pada periode yang sama juga diwarnai oleh kabar korporasi dari emiten semen nasional. Liputan dari CNBC Indonesia Market mencatat adanya perombakan jajaran petinggi PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), di mana Direktur Utama Christian Kartawijaya bersama Komisaris Juan Francisco Defalque mengundurkan diri dari jabatannya. Menindaklanjuti permohonan pengunduran diri tersebut, pihak manajemen Indocement menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 3 Desember 2026, guna memutuskan kelanjutan kepemimpinan perusahaan.
Dampak bagi pembaca
Penerapan dua inisiatif baru oleh BEI, khususnya pengeluaran saham HSC dan aturan pengungkapan afiliasi pemegang saham 1 persen, di harapkan dapat meminimalisir volatilitas buatan serta meningkatkan kredibilitas IHSG di mata investor global maupun domestik. Sementara itu, pergantian kepemimpinan di PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menuntut pelaku pasar untuk tetap mencermati hasil RUPSLB mendatang demi memastikan stabilitas operasional serta arah strategi bisnis emiten tersebut ke depan.
Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (Kontan Investasi & Makro, Sindonews Ekonomi & Bisnis, CNBC Indonesia Market)