GeeGitMEDIA
Harga Emas Antam Turun Rp 10.000, Jadi Rp 2.554.000/gram 21 Okt 2026
finansial

Harga Emas Antam Turun Rp 10.000, Jadi Rp 2.554.000/gram 21 Okt 2026

21 Okt 2026 • 11:10 WIB · Redaktur Desk Finansial

Rabu, 21 Oktober 2026, harga emas Antam Logam Mulia mengalami penurunan sebesar Rp 10.000 per gram, menjadi Rp 2.554.000 per gram. Penurunan ini dilaporkan oleh Pegadaian pada pukul 10.40 WIB dan dikonfirmasi oleh Kontan Investasi. Penurunan harga terjadi bersamaan dengan perubahan jadwal konferensi pers Bank Indonesia, menandakan dinamika pasar keuangan hari itu.

Harga emas Antam per gramRp 2.554.000
Penurunan harga harianRp 10.000
Redaksi BertugasRedaktur Desk Finansial

Berdasarkan laporan Antara Berita Terkini & Bencana, laman Pegadaian menampilkan harga emas Antam yang terus menurun, mencatat harga Rp 2.554.000 per gram pada pukul 10.40 WIB. Antara menekankan bahwa tren penurunan ini merupakan kelanjutan dari pergerakan harga emas selama beberapa hari terakhir, meski tidak menyebutkan besaran penurunan harian. Sementara itu, Kontan Investasi & Makro menuliskan secara eksplisit bahwa harga emas Antam Logam Mulia dan harga buyback emas Antam keduanya turun Rp 10.000 per gram pada hari yang sama, mengutip data resmi Pegadaian. Kontan menambahkan bahwa penurunan ini terjadi di tengah volatilitas nilai tukar rupiah dan ekspektasi kebijakan moneter. CNBC Indonesia Market tidak membahas harga emas secara langsung, melainkan mengabarkan perubahan jadwal konferensi pers hasil RDG Bulanan Oktober 2026 oleh Bank Indonesia menjadi pukul 13.30 WIB. Meskipun tidak terkait langsung dengan harga emas, perubahan agenda tersebut mencerminkan perhatian otoritas moneter terhadap kondisi pasar keuangan yang meliputi logam mulia.

Dampak bagi pembaca

Penurunan harga emas Antam dapat mendorong konsumen yang menabung dalam logam mulia untuk melakukan pembelian tambahan, sementara investor institusional mungkin menyesuaikan portofolio mengingat potensi penurunan lebih lanjut. Bagi pedagang emas ritel, penurunan ini memberi ruang margin lebih kecil, sehingga strategi penjualan harus lebih selektif. Pemerintah dan otoritas pasar diharapkan memantau dampak harga terhadap stabilitas nilai tukar dan inflasi.

Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (Antara Berita Terkini & Bencana, Kontan Investasi & Makro, CNBC Indonesia Market)