GeeGitMEDIA
Perluas Bisnis di Asia Tenggara, Bitget Membidik Akuisisi Bursa Aset Digital Thailand
finansial

Perluas Bisnis di Asia Tenggara, Bitget Membidik Akuisisi Bursa Aset Digital Thailand

25 Okt 2026 • 07:10 WIB · Redaktur Desk Finansial

Berdasarkan laporan Kontan Investasi & Makro pada Sabtu, 24 Oktober 2026, pukul 15.18 WIB, platform pertukaran aset kripto global Bitget secara resmi mengumumkan rencana ekspansi strategisnya di kawasan Asia Tenggara dengan membidik akuisisi bursa aset digital di Thailand guna memperkuat penetrasi regional.

Waktu Rilis Laporan BitgetSabtu, 24 Oktober 2026, 15.18 WIB
Waktu Rilis Tanggapan DanantaraSabtu, 24 Oktober 2026, 16.00 WIB
Waktu Rilis Isu MSCIMinggu, 25 Oktober 2026, 06.30 WIB
Redaksi BertugasRedaktur Desk Finansial

Langkah ekspansi agresif yang diambil oleh Bitget ini bertujuan untuk membangun operasional secara lokal di Thailand sekaligus mengintegrasikan kapabilitas serta pengalaman global yang mereka miliki ke dalam ekosistem aset digital setempat. Berdasarkan liputan mendalam dari Kontan, rencana korporasi ini diharapkan mampu membuka peluang baru bagi perkembangan industri kripto di Asia Tenggara. Sementara itu, lanskap finansial regional secara lebih luas juga tengah diwarnai oleh dinamika pasar modal domestik. Berdasarkan laporan Detik Finance pada Minggu, 25 Oktober 2026, pukul 06.30 WIB, pemerintah didesak untuk mencermati secara serius ancaman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membuka peluang menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Menanggapi sentimen negatif tersebut, CNBC Indonesia Market melaporkan pada Sabtu, 24 Oktober 2026, pukul 16.00 WIB, bahwa Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara telah memberikan tanggapan resmi terkait fluktuasi harga saham yang terjadi di tengah tekanan sentimen MSCI.

Dampak bagi pembaca

Rencana akuisisi bursa aset digital di Thailand oleh Bitget memberikan sinyal positif bagi pertumbuhan industri aset kripto dan adopsi teknologi finansial di Asia Tenggara, yang menuntut kesiapan regulasi serta perlindungan investor yang lebih matang. Di sisi lain, dinamika pasar modal nasional akibat bayang-bayang penurunan status oleh MSCI menjadi peringatan bagi otoritas keuangan untuk memperkuat tata kelola bursa saham domestik, menjaga likuiditas, dan mempertahankan kepercayaan investor global maupun domestik.

Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (Detik Finance, CNBC Indonesia Market, Kontan Investasi & Makro)