GeeGitMEDIA
IHSG dan Saham Perbankan Kompak Menguat di Sesi I, Asing Cetak Net Sell Rp1,97 T
finansial

IHSG dan Saham Perbankan Kompak Menguat di Sesi I, Asing Cetak Net Sell Rp1,97 T

20 Okt 2026 • 15:10 WIB · Redaktur Desk Finansial

Berdasarkan pantauan pasar pada Selasa, 20 Oktober 2026 pukul 13.08 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan jajaran saham perbankan nasional mencatatkan penguatan serentak pada perdagangan sesi I, meskipun di sisi lain investor asing justru membukukan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp1,97 triliun.

IHSG Sesi I5.204,63 (naik 4,16%)
Net Sell AsingRp1,97 triliun
Lonjakan Saham BMRI8,33%
Lonjakan Saham AGRO11,54%
Redaksi BertugasRedaktur Desk Finansial

Liputan dari berbagai media finansial menunjukkan adanya dinamika menarik di lantai bursa. Menurut laporan CNBC Indonesia Market, IHSG ditutup menguat signifikan sebesar 4,16% dan parkir di level 5.204,63. Penguatan tersebut terjadi di tengah tekanan aksi jual asing yang terutama menyasar sektor perbankan, di mana saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat sebagai salah satu yang paling banyak dibuang oleh investor asing. Sementara itu, Kontan Keuangan menyoroti bahwa kenaikan IHSG turut didorong oleh pergerakan positif saham-saham perbankan yang menguat serentak. Sebagai contoh, saham PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) bahkan dilaporkan melonjak hingga 11,54% kendati arus modal asing masih mencatatkan tren net sell. Konfirmasi serupa juga disampaikan oleh Katadata Riset & Ekonomi, yang merinci bahwa saham-saham bank jumbo bangkit berjemaah setelah sempat tertekan selama dua hari perdagangan berturut-turut, dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan lonjakan harga hingga 8,33%.

Dampak bagi pembaca

Lonjakan harga saham perbankan dan penguatan IHSG memberikan angin segar bagi para pelaku pasar domestik setelah tren pelemahan dalam dua hari sebelumnya. Namun, tingginya angka net sell asing senilai Rp1,97 triliun mengisyaratkan bahwa investor global masih bersikap hati-hati terhadap risiko makroekonomi. Bagi investor ritel dan manajer investasi, momentum ini menuntut kejelian dalam membaca rotasi sektor serta volatilitas pasar agar langkah mitigasi risiko dapat berjalan optimal.

Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (CNBC Indonesia Market, Kontan Keuangan, Katadata Riset & Ekonomi)