Penjelasannya
Indonesia memproduksi sekitar 31 juta ton beras per tahun, produsen terbesar ketiga di dunia. Pada 2025, Indonesia menghentikan impor beras konsumsi, dan kini memperdebatkan apakah kebijakan itu dipertahankan.
Menghentikan impor melindungi petani lokal dari serbuan beras asing yang murah, sekaligus menegaskan kebanggaan nasional. Tetapi memberi makan 280 juta orang hampir tidak menyisakan ruang bagi bencana iklim. Ketika gelombang panas El Niño menunda musim tanam, defisit dalam negeri bisa muncul dalam hitungan minggu.
Hanya sekitar 9 persen beras dunia yang diperdagangkan antarnegara, sehingga stok global tidak bisa dibeli dalam semalam. Melarang impor terdengar perkasa, tetapi ketahanan pangan sejati menuntut keseimbangan antara kedaulatan dan kemampuan bertahan.