Penjelasannya
Sekitar 70 persen penduduk dunia berkendara di lajur kanan. Namun Indonesia, bersama Inggris dan Jepang, berkendara di lajur kiri.
Salah satu teori populer: penunggang kuda dulu mengambil sisi kiri agar tangan kanan yang memegang pedang menghadap orang yang datang dari depan. Di era Napoleon, sebagian besar Eropa daratan pindah ke kanan, dan akhirnya Belanda pun ikut. Tetapi saat itu Hindia Belanda sudah terbiasa di lajur kiri.
Koloni lambat berubah, dan belakangan mobil setir kanan dari Jepang membuat Indonesia tetap di kiri. Indonesia berlajur kiri karena kebiasaan kolonial lama yang tidak pernah ditinggalkan.