Penjelasannya
Pada abad ke-17, segenggam biji pala kering bernilai lebih tinggi dari sekantong emas murni. Pedagang yang membawa pulang satu muatan kapal bisa kaya seumur hidup. Kenapa rempah dapur bisa semahal itu?
Karena kelangkaannya. Saat itu seluruh pala di dunia hanya tumbuh di satu tempat: Kepulauan Banda yang mungil di Indonesia timur. Orang Eropa percaya pala bisa menangkal wabah, dan mereka rela membayar hampir berapa pun.
Menurut sejarawan Giles Milton, pala yang dibeli dengan harga receh di Banda bisa dijual di London dengan kenaikan harga sampai 60.000 persen. Sebutir pulau vulkanik di tengah laut yang melahirkan imperium dagang dunia, perang berdarah, dan cikal bakal kapitalisme modern.