Penjelasannya
Pada 1997, lebih dari 160 negara meneken traktat penting yang melarang ranjau darat antipersonel. Namun pada 2026, negara-negara di Eropa Timur membeli dan memasang ranjau secara besar-besaran. Kenapa ahli strategi militer kembali ke senjata yang paling dikecam dalam sejarah?
Pertama, ranjau antitank memang tidak pernah dilarang. Satu ranjau antitank harganya kurang dari seribu dolar, tetapi bisa menghentikan tank tempur seharga enam juta dolar. Kini Finlandia, Polandia, dan negara-negara Baltik keluar dari traktat 1997 untuk kembali memakai ranjau antipersonel juga, dengan alasan perbatasan yang panjang dan perang di negara tetangga.
Para pengkritik mengingatkan: ranjau tidak berhenti saat perang berhenti. Warga sipil terus menginjaknya selama puluhan tahun.