Penjelasannya
Berita di seluruh dunia menyebut Jakarta tenggelam karena perubahan iklim menaikkan muka laut. Itu hanya sebagian kecil kebenaran. Jakarta bukan cuma melawan air yang naik; tanahnya sendiri ambles.
Secara global, muka laut naik sekitar 3 sampai 4 milimeter per tahun. Tetapi sebagian Jakarta Utara turun hingga 20 sentimeter per tahun, sekitar lima puluh kali lebih cepat. Biang keroknya bukan laut, melainkan tanah di bawahnya.
Sumur-sumur pribadi yang tak terhitung jumlahnya menyedot air tanah dalam untuk kebutuhan kota. Mengosongkan akuifer membuat lapisan lempung lunak memadat seperti balon kempis di bawah gedung-gedung tinggi. Tanggul laut hanya menahan ombak; solusi sebenarnya adalah memberi sepuluh juta warga air ledeng agar mereka berhenti mengeringkan tanah.