Panduan Wisata Banyuwangi
Kabupaten di ujung timur Jawa, tepat di seberang Bali lewat feri Ketapang–Gilimanuk. Basis untuk mendaki Kawah Ijen dengan danau asam biru dan api biru-nya, savana Baluran, ombak Pulau Merah dan G-Land, serta kampung adat suku Osing. Bekas pusat Kerajaan Blambangan, kerajaan Hindu terakhir di Jawa.
Mengapa ke Banyuwangi
Untuk waktu yang lama Banyuwangi cuma nama di tiket feri — tempat yang dilewati orang dalam perjalanan darat ke Bali. Sekarang orang berhenti di sini sendiri, sebagian besar demi Kawah Ijen: kawah belerang aktif dengan danau paling asam di dunia berwarna toska, dan ‘api biru’ — gas belerang yang menyala di kegelapan, salah satu dari segelintir tempat di Bumi yang punya fenomena ini.
Pendakiannya nyata: mulai sekitar pukul 01.00–02.00 dari pos Paltuding, kira-kira 3 km menanjak (~1,5 jam) ke bibir kawah, lalu 45 menit turun ke dasar lewat jalur batu sempit yang berbagi jalan dengan penambang belerang yang memanggul 70–90 kg. Udara bisa 5°C di puncak, asap belerang menyengat, dan masker gas bukan gaya-gayaan. Statusnya juga bisa ditutup sewaktu-waktu kalau aktivitas vulkanik naik.
Di luar Ijen, kabupaten ini luas dan jaraknya jauh: savana Baluran di utara (dijuluki ‘Africa van Java’), Taman Nasional Alas Purwo dan ombak legendaris G-Land di tenggara, pantai peneluran penyu Sukamade di selatan (butuh 4WD), dan Desa Adat Kemiren tempat suku Osing — keturunan orang Blambangan — masih memakai bahasa dan adat sendiri.
- Kawah Ijen — danau asam toska, api biru, penambang belerang; daki dini hari
- Feri Ketapang–Gilimanuk 24 jam ke Bali, menyeberang tiap ~30 menit
- Savana Baluran — padang rumput bergaya Afrika dengan banteng dan rusa
- Pulau Merah & G-Land (Plengkung) — ombak kelas dunia di pesisir selatan
- Desa Adat Kemiren — kampung suku Osing, keturunan Kerajaan Blambangan
Kondisi Terkini di Banyuwangi
Kawasan & Basis Menginap
- Ketapang (pelabuhan feri)Terminal feri ke Bali, stasiun kereta, penginapan murah. Praktis kalau transit, jauh dari pusat kota.
- Kota Banyuwangi & Taman BlambanganAlun-alun, warung, hotel menengah, kantor informasi wisata. Basis paling seimbang.
- Licin & Jalan menuju IjenDesa di lereng, homestay dekat pos Paltuding; Desa Adat Kemiren di rute ini.
- Kalipuro & Bangsring (pesisir utara)Bangsring Underwater untuk snorkeling; titik berangkat ke Pulau Tabuhan dan Menjangan.
- Pesanggaran & selatanPulau Merah, Alas Purwo/G-Land, Sukamade — semuanya butuh setengah sampai satu hari penuh dan kendaraan sendiri.
Yang Bisa Dilihat di Banyuwangi
- Pos Paltuding, ~1,5 jam dari kota Kawah Ijen Kawah belerang aktif di ketinggian ~2.400 m dengan danau kawah paling asam di dunia berwarna toska pekat. Sebelum fajar, gas belerang yang bocor menyala biru di kegelapan — ‘api biru’. Penambang tradisional memanggul bongkahan belerang beku dari dasar kawah. Tiket masuk wisatawan asing ~Rp100.000–150.000 (lebih mahal akhir pekan); sewa masker gas ~Rp50.000. Bawa lapisan hangat, senter kepala, dan air. Cek status gunung — bisa ditutup.
- ~35 km utara kota, arah Situbondo Taman Nasional Baluran Taman nasional savana, hutan, dan pesisir yang dijuluki ‘Africa van Java’. Padang rumput Bekol dihuni banteng liar, rusa, kerbau, dan burung merak; pantai Bama di ujungnya berpasir putih dan sepi.
- Pesanggaran, ~2,5–3 jam dari kota Pantai Pulau Merah Pantai berpasir kecokelatan dengan bukit hijau kecil di lepas pantai yang bisa dicapai jalan kaki saat surut. Ombak sedang yang cocok untuk belajar selancar; ada penyewaan papan dan warung.
- Semenanjung Blambangan, tenggara G-Land (Plengkung), Taman Nasional Alas Purwo Ombak kiri panjang berkelas dunia di dalam taman nasional hutan tersisa paling utuh di Jawa. Kebanyakan peselancar datang lewat paket kapal dari Bali; jalur darat mandiri melewati Benculuk lalu Grajagan dan panjang.
- Pesisir utara, ~30 menit dari kota Bangsring Underwater Kawasan konservasi terumbu semi-buatan dengan kepadatan ikan yang tinggi dan tiket masuk sangat murah. Titik berangkat perahu ke Pulau Tabuhan yang berpasir putih.
- Kecamatan Glagah, di rute menuju Ijen Desa Adat Kemiren Kampung suku Osing — penduduk asli Banyuwangi, keturunan Kerajaan Blambangan — dengan rumah kayu tradisional, kopi khas, dan pertunjukan tari Gandrung serta musik hadrah pada acara adat.
- Pantai selatan, akses 4WD Sukamade (Taman Nasional Meru Betiri) Pantai peneluran penyu yang dijaga. Jalannya berat — menyeberang sungai dengan 4WD — dan kunjungan biasanya menginap semalam untuk melihat penyu bertelur pada malam hari.
Kuliner Khas
- Rujak soto — rujak sayur diguyur kuah soto babat, khas Banyuwangi
- Sego tempong — nasi dengan lauk goreng, sayur rebus, dan sambal terasi ‘menampar’
- Pecel rawon — pecel sayur disiram kuah rawon hitam
- Sego cawuk — nasi dengan kuah parutan kelapa-timun dan pepes
- Pecel pitik — ayam bakar dengan parutan kelapa muda, hidangan adat Osing
- Kopi Ijen (kopi lanang) — kopi robusta lereng Ijen
Cara Menuju
Bandara Banyuwangi (BWX) di Blimbingsari — terminalnya memenangi Aga Khan Award for Architecture 2022 — melayani penerbangan dari Jakarta dan Surabaya, kadang Kuala Lumpur. Kereta dari Surabaya dan Malang ~6 jam, dari Yogyakarta ~13 jam, berhenti di Stasiun Ketapang (dekat feri) atau Banyuwangi Kota (pusat). Feri Ketapang–Gilimanuk menyeberang ke Bali 24 jam, tiap ~30 menit, sekitar 45 menit.
Transportasi Lokal
Untuk Ijen, sewa mobil atau jeep dengan sopir sehari — pesan sehari sebelumnya lewat penginapan. Di kota ada Gojek/Grab. Bemo dan becak jalan tapi tarifnya perlu ditawar keras (sopir sering minta 2–3 kali harga). Objek selatan (Alas Purwo, Sukamade) butuh 4WD.
Tips Praktis
- Ijen: berangkat 01.00–02.00, bawa jaket, senter kepala, air, dan sewa masker gas di pos.
- Cek status Gunung Ijen sebelum berangkat — pendakian ditutup saat aktivitas vulkanik naik.
- Pesan transport Ijen sehari sebelumnya; jangan andalkan mencari kendaraan pagi buta.
- Tawar keras tarif bemo/becak, atau pakai Gojek/Grab yang harganya pasti.
- Jarak antarobjek jauh. Baluran, Alas Purwo, dan Sukamade masing-masing satu hari penuh — jangan digabung dalam sehari.
Panduan Lengkap Banyuwangi
🧭 Kenali Kota
Banyuwangi berada di ujung timur Pulau Jawa, dan terkenal karena layanan feri dari daerah ini dari Pelabuhan Ketapang ke Gilimanuk (Bali). Banyuwangi juga merupakan pintu gerbang menuju titik pemandangan gunung berapi yang menakjubkan di Dataran Tinggi Ijen serta jalur akses utama ke Taman Nasional Baluran, tempat berselancar terkenal di dunia di G-Land (Grajagan), dan daerah terpencil Taman Nasional Alas Purwo. Pusat informasi: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Banyuwangi, Jl. A. Yani 78, ☏ +62 333 424172, pemasaran@banyuwngitourism.com. Pusat Informasi Wisatawan, Pelabuhan Ketapang (ASDP), Jl Gatot Subroto, Ketapang. Kantor Pusat Taman Nasional Alas Purwo, Jl A Yani 108, ☏ +62 333 428675.
✈️ Cara Menuju
Dengan pesawat: 1 Bandar Udara Blimbingsari (BWX IATA). Bandara yang meraih Penghargaan Aga Khan untuk Arsitektur (AKAA) pada tahun 2022. Beberapa maskapai penerbangan seperti Batik Air, Citilink, Garuda Indonesia, dan NAM Air memiliki penerbangan dari Jakarta. Garuda Indonesia dan Wings Air memiliki penerbangan dari Surabaya. Citilink memiliki penerbangan dari Kuala Lumpur. Dengan kereta: Dengan bus: Sri Tanjung (2 km di selatan Pelabuhan Ketapang), ☏ +62 333 510635. Terminal bus utama. Surabaya dapat dicapai melalui jalan darat, dan bus memakan waktu sekitar 6 jam dengan panjang perjalanan 285 km. Dengan feri: Dengan mobil: Dari Denpasar ke Banyuwangi (via Gilimanuk) memakan waktu 3-4 jam. Kalau dari Jakarta, memakan waktu 15 jam.
🚌 Transportasi Lokal
Terminal bus utama di Banyuwangi terdapat di terminal feri Ketapang. Dari sana, bemo dan bus antar-jemput berwarna kuning beroperasi secara reguler menuju kota Banyuwangi (terminal bus Sri Tanjung/terminal bus Brawijaya), dan tempat lain di sekitarnya. Becak juga banyak tersedia di tengah kota. Ingatlah untuk jangan langsung menerima harga pertama yang ditawarkan pengemudi. Sebagian besar peselancar yang menuju G-Land berangkat dari Bali, dan transportasi ke kamp-kamp tersebut merupakan bagian dari paket selancar mereka. Namun, Anda dapat mencapai G-Land secara mandiri dengan bus dari terminal Sri Tanjung ke Benculuk (sekitar 1 jam), di mana Anda berganti bus dan naik bus lain ke Grajagan (sekitar 30 menit). Anda dapat menyewa mobil jeep pribadi yang sepaket dengan sopir di Banyuwangi. Hal tersebut sangat penting untuk perjalanan mandiri ke Kawah Ijen atau untuk menjelajahi bagian terpencil dari taman nasional pesisir tenggara.
📸 Yang Bisa Dilihat
Watu Dodol: Watu Dodol merupakan batu karang berwarna hitam yang sangat keras serta memiliki bentuk yang unik, yaitu bagian atasnya lebih besar daripada dasarnya. Pada bagian selatan sisinya, tumbuh sebatang pohon kelor yang menambah keunikan batu tersebut. Meskipun dulu terlihat angker, tetapi kini Watu Dodol terlihat asri karena dihiasi taman sebagai jalur hijau. Patung Gandrung: Patung Gandrung (tarian khas Banyuwangi) dengan tulisan Selamat Datang di Kabupaten Banyuwangi menjadi penghias gerbang masuk ke Kabupaten Banyuwangi. Sumur Air Tawar: Sumur air tawar berlokasi di area Pantai Watu Dodol. Penduduk setempat membatasinya dengan dinding yang terbuat dari batu. Air tawar yang dikeluarkan dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Gua Jepang: Gua Jepang digunakan sebagai benteng pertahanan pada masa Perang Dunia Kedua serta digunakan untuk mengawasi setiap kapal yang melintasi Selat Bali. Gua tersebut menghubungkan pintu gua dari sisi bukit menuju ke pintu gua di puncaknya. Kondisi gua kini kurang terawat dan tertutupi semak-semak sehingga sulit untuk ditemukan, kecuali bagi orang yang sudah mengetahui dengan pasti lokasinya. Wisata dan Peristirahatan Tepi Pantai: Pantai Watu Dodol dilengkapi tempat peristirahatan sementara bagi pengendara yang melintasi jalur Situbondo-Banyuwangi. Kawasan wisata pantai ini dilengkapi fasilitas parkir yang luas, warung-warung yang menyediakan makanan khas Banyuwangi, toko-toko yang menjual kebutuhan sehari-hari dan telepon seluler, kamar mandi bagi wisatawan yang bermain di pantai, dan persewaan perahu nelayan untuk ke tengah laut. Lokasi pantai cukup rindang karena banyak ditumbuhi pepohonan. Selain dibatasi laut di sebelah timur, lokasi wisata juga langsung berbatasan dengan bukit dan hutan, serta dekat dengan lokasi Watu Dodol. Makam di Puncak Bukit: Terdapat sepasang makam pada puncak bukit yang berlokasi tepat di belakang pantai Watu Dodol (sisi barat Watu Dodol). Sepasang makam tersebut dikeramatkan oleh berbagai kalangan, yaitu para penduduk setempat maupun orang-orang dari luar daerah Banyuwangi. Tidak jarang ada beberapa orang yang bertapa di lokasi makam tersebut. Kondisi makam terawat baik. Sebuah kanopi bergaya China serta lantai bertegel putih menambah kebersihan dan keindahannya. Untuk masuk ke lokasi makam, disediakan tempat parkir luas yang dapat memuat belasan mobil. Jalan masuk menuju makan dibangun dengan batu serta kavling untuk mempermudah perjalanan pengunjung. Pengunjung dapat menikmati pemandangan laut serta Watu Dodol dari puncak bukit, atau menikmati keasrian hutan yang dipenuhi satwa liar di sisi yang lain. Ciri khas budaya China kembali ditunjukkan dengan adanya sebuah kuil kecil di sisi makam yang ditujukan kepada Dewa Bumi Tu Di Gong serta dilengkapi wadah untuk menancapkan hio. Upacara Puter Kayon: Upacara atau Ritual Puter Kayon merupakan sebuah festival penduduk setempat yang biasa dilakukan seusai Lebaran. Upacara tersebut merupakan perwujudan syukur penduduk setempat karena dapat melaksanakan Lebaran serta mengenang jasa Buyut Jakso, sesepuh yang pertama kali membuka Kampung Boyolangu. Upacara dimulai dengan mengarak tumpeng dan sesajian dari Boyolangu ke Pantai Watu Dodol. Sesajian selanjutnya dilarungkan ke laut sementara tumpeng dimakan bersama-sama.
🍜 Kuliner
Warung makanan bertebaran di pinggir jalan Banyuwangi. Pada malam hari, banyak warung dapat ditemukan di sisi barat laut taman Taman Blambangan dan juga di taman yang lebih kecil di dekatnya, di sebelah Masjid Agung Baiturrahman. Grafika, Jl Raya Situbondo km 13, ☏ +62 333 510172. Melati, Jl Raya Situbondo km 12, ☏ +62 333 510042. Cawang Indah, Jl Raya Situbondo no.10, ☏ +62 333 510083. Pondok Wina, Jl Basuki Rahmat (di depan terminal bus Brawijaya), ☏ +62 333 412344. Wina Emak Joe, Jl Basuki Rahmat, ☏ +62 333 424824. Tanjung Lestari seafood, Jl.Yos sudarso no.171, ☏ +62 333 423857. Terbitkan Bik Atik, Jl.Ahmad yani no. 83, ☏ +62 333 423165.
🛏️ Menginap
1 Hotel Santika Banyuwangi. 2 Hotel Aston Banyuwangi. 3 Hotel Luminor Banyuwangi. 4 Hotel Dialoog Banyuwangi. 5 Hotel Illira Banyuwangi.
- Wikivoyage: Banyuwangi (CC BY-SA)
- Wikivoyage: Ijen (CC BY-SA)
- Wikipedia: Banyuwangi (CC BY-SA)
- Wikivoyage (id)