Panduan Wisata Banjarmasin
Ibu kota lama dan kota terbesar Kalimantan Selatan, dibangun di atas delta Sungai Barito dan Martapura. Hidup warganya lekat dengan sungai: pasar terapung saat subuh, rumah lanting, dan perahu klotok. Masakan Banjar seperti soto banjar dan ketupat kandangan wajib dicoba.
Mengapa ke Banjarmasin
Banjarmasin dijuluki Kota Seribu Sungai karena jaringan sungai dan kanal yang membelah kota. Tanahnya rendah dan berawa, sehingga sejak dulu sungai menjadi jalan utama untuk berdagang, bersekolah, dan berkunjung.
Kota ini juga titik awal sejarah Islam di Kalimantan Selatan. Kesultanan Banjar berdiri pada abad ke-16, dan Masjid Sultan Suriansyah di Kuin dianggap masjid tertua di provinsi ini. Sejak 2022 ibu kota provinsi resmi pindah ke Banjarbaru, tetapi Banjarmasin tetap pusat dagang dan budaya.
Kunci kunjungan ke Banjarmasin adalah bangun sangat pagi. Pasar terapung paling hidup sebelum matahari tinggi; setelah itu, sisa hari bisa dipakai untuk masjid, tepian sungai, dan kuliner.
- Pasar Terapung Lok Baintan saat subuh
- Menyusuri sungai dengan perahu klotok
- Masjid Sultan Suriansyah, masjid tertua di Kalimantan Selatan
- Siring Sungai Martapura dan Menara Pandang
- Soto banjar dan ketupat kandangan
Kondisi Terkini di Banjarmasin
Kawasan & Basis Menginap
- Tepian Sungai Martapura (Siring)Taman tepi sungai, Menara Pandang, patung bekantan, dan pasar terapung kecil pada akhir pekan.
- KuinKampung tua di tepi Sungai Kuin dengan Masjid Sultan Suriansyah dan makam para sultan.
- Pusat kotaMasjid Raya Sabilal Muhtadin, hotel, dan pusat belanja.
- Lok Baintan (Kabupaten Banjar)Lokasi pasar terapung tradisional, sekitar satu jam dengan klotok dari kota.
Yang Bisa Dilihat di Banjarmasin
- Sungai Martapura, Kabupaten Banjar Pasar Terapung Lok Baintan Pedagang, kebanyakan perempuan bertanggui (topi lebar), berdagang buah, sayur, dan kue dari jukung kecil. Pengunjung biasanya menyewa klotok dari tepian kota sebelum subuh dan sarapan di atas perahu. Berangkat sekitar pukul 05.00; pasar menyusut setelah pukul 08.00.
- Kuin Masjid Sultan Suriansyah Masjid kayu bergaya Banjar dengan atap tumpang, dikaitkan dengan sultan pertama Banjar yang memeluk Islam. Dekat dari sini ada kompleks makam para sultan. Berpakaian sopan dan hindari waktu salat.
- Pusat kota, tepi Sungai Martapura Masjid Raya Sabilal Muhtadin Masjid raya modern dengan kubah besar dan menara, salah satu masjid terbesar di Kalimantan.
- Tepian Sungai Martapura Siring Menara Pandang Kawasan tepi sungai yang ramai sore dan malam, dengan menara pandang, patung bekantan (monyet hidung panjang, maskot Kalimantan Selatan), dan perahu wisata.
- ±40 km di timur kota Martapura & Cempaka Martapura terkenal dengan pasar batu permata dan intan, sementara di Cempaka masih ada pendulangan intan tradisional. Beli batu mulia hanya bila paham atau membawa pemeriksa tepercaya.
Kuliner Khas
- Soto banjar: soto ayam berkuah bening beraroma rempah, dengan perkedel dan ketupat
- Ketupat kandangan: ketupat dengan ikan gabus asap dalam kuah santan
- Nasi kuning banjar dengan masak habang (lauk berbumbu merah)
- Wadai: kue khas Banjar seperti bingka dan amparan tatak
Cara Menuju
Bandara Syamsudin Noor berada di Banjarbaru, sekitar 25 km dari pusat kota (sekitar 45 menit). Penerbangan langsung tersedia dari Jakarta, Surabaya, dan kota-kota besar lain. Kapal Pelni menghubungkan pelabuhan Trisakti dengan Jawa dan Sulawesi.
Transportasi Lokal
Di darat, pakai taksi atau ojek daring. Di sungai, sewa klotok (perahu bermesin) dari dermaga Siring atau dari penginapan; sepakati harga dan rute sebelum berangkat.
Tips Praktis
- Pesan klotok untuk pasar terapung sehari sebelumnya.
- Bawa uang kecil untuk membeli dari pedagang di perahu.
- Pakai pelampung bila tersedia; arus sungai bisa kuat.
- Soto banjar paling enak untuk sarapan atau makan siang; banyak warung tutup sore hari.
- Bila cuaca berasap pada musim kemarau, siapkan masker.
Panduan Lengkap Banjarmasin
🧭 Kenali Kota
Kota Banjarmasin sekitar tahun 1520 adalah nama kampung Banjarmasih yang terletak di bagian utara muara Sungai Kuin, yaitu sekitar kawasan Kelurahan Kuin Utara saat ini. Kesultanan Banjar dihapuskan oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1860 dan merupakan wilayah terakhir di Kalimantan yang masuk ke dalam Hindia Belanda. Namun, perlawanan rakyat di pedalaman Barito baru berakhir dengan gugurnya Sultan Muhammad Seman pada 24 Januari 1905. Sungai menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kota ini sehingga Banjarmasin mendapat julukan "kota seribu sungai" meski sungai yang mengalir di Banjarmasin tak sampai seribu. Sungai menjadi wadah aktivitas utama masyarakat zaman dahulu hingga sekarang, utamanya dalam bidang perdagangan dan transportasi. Sungai-sungai yang membelah kota ini, diupayakan sebagai magnet ekonomi, khususnya pariwisata. Mayoritas penduduk kota Banjarmasin berasal dari suku Banjar (79,26%), dengan beberapa suku minoritas antara lain suku Jawa (10,27%), Madura (3,17%) dan keturunan Tionghoa (1,56%). Islam adalah agama mayoritas yang dianut sekitar 95.54% masyarakat.
✈️ Cara Menuju
1 Bandar Udara Syamsudin Noor. Terletak di Banjarbaru, bandara ini merupakan pintu masuk utama via udara ke Banjarmasin. Perjalanan ke pusat kota Banjarmasin dapat ditempuh menggunakan mobil sekitar 30 menit. Terdapat beberapa penerbangan dalam sehari dari Jakarta, Surabaya, Denpasar, Yogyakarta, Makassar, dan Balikpapan. (diperbarui Des 2024)
📸 Yang Bisa Dilihat
Masjid Sultan Suriansyah (1526) Komplek Makam Sultan Suriansyah Komplek Makam Pangeran Antasari Museum Wasaka Kubah Surgi Mufti Pasar Terapung Muara Kuin Taman Agro Wisata PKK Banjar Bungas Pasar Terapung Siring Tendean Menara Pandangan Kubah Habib Basirih Masjid Raya Sabilal Muhtadin Masjid Jami Banjarmasin Makam K.H Ahmad Zuhdiannoor
☕ Tempat Nongkrong
Anda wajib mencoba teh Banjar, yang agak berbeda dengan teh di daerah Indonesia lainnya. Daerah ini juga didominasi umat Muslim, jadi jangan harap bisa menemukan minuman alkohol di luar hotel-hotel besar.