GeeGitMEDIA
Read in English
Ambon

Panduan Wisata Ambon

Ibu kota Maluku di tepi Teluk Ambon, pusat perdagangan rempah sejak abad ke-16 dan gerbang ke seluruh kepulauan. Warganya menyebutnya “Ambon Manise”. Kota Musik UNESCO sejak 2019, dengan pantai berkarang di pinggirannya dan muck diving kelas dunia di teluknya.

kepulauanpantaiselamsejarah
Waktu TerbaikSeptember–Maret paling kering. Pola hujan Maluku terbalik dari Jawa: Mei–Agustus justru paling basah, dengan Juni terbasah (>600 mm). Laut paling tenang untuk menyeberang ke pulau lain di luar musim itu.
Mata UangIDR (Rupiah Indonesia)
Koordinat-3.696667, 128.178333
Panjang Panduan21.602 karakter

Mengapa ke Ambon

Ambon adalah tempat orang berganti perahu. Hampir semua perjalanan ke Banda, Saparua, Seram, atau Kei lewat sini, jadi kota ini lebih sering jadi persinggahan daripada tujuan — padahal ia menahan cukup banyak sejarah untuk ditinggali beberapa hari.

Portugis membangun benteng di sini sekitar 1575, Belanda merebutnya dan menamainya Fort Victoria, dan di sanalah Pattimura dihukum gantung pada 1817. Perang Dunia II meninggalkan Ambon War Cemetery dengan hampir 1.800 makam tentara Sekutu. Konflik 1999–2002 antara komunitas Kristen dan Muslim adalah luka yang lebih baru; kota sekarang damai, dan tradisi Pela Gandong — pakta persaudaraan antar-kampung lintas agama — masih dijaga.

Yang membuat orang tinggal lebih lama biasanya laut: Teluk Ambon punya dasar berlumpur yang jadi surga muck diving (kuda laut kerdil, gurita, nudibranch), dan pantai-pantai kecil seperti Pintu Kota dan Natsepa mudah dicapai dengan angkot.

  • Gerbang ke Banda, Saparua, Seram — simpul kapal & pesawat perintis Maluku
  • Muck diving kelas dunia di Teluk Ambon
  • Benteng Portugis-Belanda & Ambon War Cemetery
  • Kota Musik UNESCO — tradisi paduan suara & musik hidup
  • Papeda, ikan kuah kuning, colo-colo — dapur Maluku yang khas

Kawasan & Basis Menginap

  • Pusat kota (Kota Ambon)Masjid Al-Fatah, Gereja Maranatha, patung Pattimura, kantor pelayaran — basis paling praktis.
  • Tepi Teluk Ambon (Galala–Passo)Jembatan Merah Putih, dermaga, resor selam menghadap teluk.
  • Latuhalat & Namalatu (selatan pulau)Pantai Pintu Kota, Namalatu, Santai — tebing karang & titik snorkeling, ~30–45 menit dari kota.
  • Natsepa & Suli (timur, arah Passo)Pantai Natsepa yang terkenal dengan rujak, penginapan keluarga.
  • Hila & Kaitetu (utara pulau)Fort Amsterdam, masjid tua Wapauwe, gereja tua — klaster sejarah, ~1 jam dari kota.

Yang Bisa Dilihat di Ambon

  • Latuhalat, selatan pulau (~13 km) Pantai Pintu Kota Tebing karang dengan lengkungan batu besar tembus laut — ikon foto Ambon. Ada tangga turun ke ceruk dan titik snorkeling di kaki tebing. Ombak bisa kuat; tidak untuk berenang santai. Datang pagi untuk cahaya dan sepi.
  • Tantui, pinggir kota Ambon War Cemetery Pemakaman perang Persemakmuran (dikelola CWGC) berisi hampir 1.800 makam tentara Sekutu yang gugur di Maluku pada Perang Dunia II. Terawat rapi, terbuka untuk umum.
  • Lapangan Merdeka, pusat kota Gong Perdamaian Dunia Gong perdamaian bertuliskan lambang negara dan agama, dipasang pasca-konflik sebagai simbol rekonsiliasi kota. Berada di alun-alun utama.
  • Hila, utara pulau (~42 km) Benteng Amsterdam, Hila Benteng batu Belanda kecil bertingkat tiga di tepi pantai, dibangun di atas loji Portugis. Satu klaster dengan Masjid Wapauwe (dipindah dari abad ke-15) dan gereja tua Immanuel.
  • Suli, arah Passo (~18 km) Pantai Natsepa Pantai pasir tenang menghadap Teluk Baguala, terkenal dengan rujak Natsepa — potongan buah dengan kuah gula-kacang pedas yang dijual di sepanjang pantai.
  • Sekitar Laha & sisi utara teluk Muck diving Teluk Ambon Dasar teluk yang berlumpur menyembunyikan biota kecil aneh: kuda laut kerdil, katak-ikan (frogfish), gurita berbelang, mandarinfish. Beberapa resor selam beroperasi di sisi teluk. Jarak pandang sering rendah — ini fitur, bukan bug. Pilih resor dengan pemandu yang tahu titik-titik makro.
  • Taman Makmur, atas kota Museum Siwalima Museum negeri Maluku: perahu adat, tenun, senjata, kerangka paus, dan benda upacara dari pulau-pulau di sekitarnya. Titik orientasi bagus sebelum menyeberang ke Banda atau Kei.

Kuliner Khas

  • Papeda — bubur sagu bening kenyal, disantap dengan ikan kuah kuning
  • Ikan kuah kuning — ikan dalam kuah kunyit-asam, pedas ringan
  • Colo-colo — sambal cair mentah: cabai, tomat, bawang, jeruk, kecap
  • Kohu-kohu — lalapan ikan asap dengan kelapa parut dan kemangi
  • Gohu ikan — potongan tuna mentah dengan cabai, jeruk, dan kenari
  • Sagu lempeng & sagu bakar — sagu keras panggang, teman kopi/teh

Cara Menuju

Bandara Pattimura (AMQ) di Laha, sisi utara teluk, dengan penerbangan langsung dari Jakarta, Makassar, Surabaya, dan Sorong. Dari bandara ke kota ~30–45 menit memutari teluk (atau lebih cepat lewat Jembatan Merah Putih). Kapal Pelni dan feeder menghubungkan Ambon ke Banda, Saparua, Seram, dan Kei — jadwal berubah menurut cuaca.

Transportasi Lokal

Angkot (mobil kecil, tarif ~Rp5.000) berpangkal di Terminal Mardika dan menjangkau hampir semua pantai dan desa di pulau — hafalkan tujuan tiap trayek. Ojek untuk jarak pendek. Untuk keliling pulau seharian (Hila, Latuhalat), sewa mobil + sopir jauh lebih efisien.

Tips Praktis

  • Ambon adalah titik transit — kunci tiket kapal/pesawat lanjutan lebih dulu, jadwalnya tipis.
  • Musim hujan Maluku = Mei–Agustus (kebalikan Jawa). Rencanakan penyeberangan pulau di luar itu.
  • Kota sudah damai lama; tetap peka bahwa Kristen–Muslim tinggal berdampingan — hormati keduanya.
  • Tarik tunai secukupnya di kota; ATM jarang di luar Kota Ambon dan di pulau tetangga.
  • Untuk muck diving, pilih resor dengan pemandu makro berpengalaman, bukan sekadar yang termurah.

Panduan Lengkap Ambon

🧭 Kenali Kota

Ambon berada di lereng perbukitan yang menghadap teluk. Kota ini memiliki sejumlah tempat bersejarah dan budaya yang menarik untuk dikunjungi, termasuk sisa-sisa benteng yang dibangun oleh Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) pada masa kejayaan perdagangan rempah-rempah. Reruntuhan benteng Portugis di Hila hampir seluruhnya tersembunyi di balik akar-akar pohon beringin besar yang tumbuh menjalar dan berkelok-kelok. Di dekat Kota Ambon terdapat ANZAC War Cemetery, tempat diselenggarakannya upacara setiap 25 April untuk mengenang tentara Sekutu yang gugur di kawasan ini selama Perang Dunia II. Sejarah: Asal-usul nama Ambon tidak diketahui secara pasti. Menurut penduduk setempat, nama Ambon berasal dari kata ombong dalam bahasa Ambon yang berarti "embun", merujuk pada pegunungan di Pulau Ambon yang sering diselimuti embun atau kabut pada pagi hari. Sejarah Ambon bermula dari kedatangan Portugis pada 1512. Setelah terusir dari Ternate, Portugis menjadikan Ambon sebagai pusat kegiatan mereka di Maluku dan membangun Benteng Kota Laha sebagai pusat perdagangan dan penyebaran agama. Tanggal 7 September 1575 kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kota Ambon melalui sebuah seminar di Ambon. Pada 1610–1619, Ambon menjadi pusat VOC sebelum pusat kekuasaan Belanda dipindahkan ke Batavia. Pada Perang Dunia II, Ambon menjadi pangkalan militer penting dan direbut Jepang pada 1942 dalam Pertempuran Ambon. Setelah pertempuran tersebut, lebih dari 300 tawanan perang Sekutu dieksekusi dalam Pembantaian Laha. Setelah jatuhnya Soeharto pada 1998, konflik antara masyarakat muslim dan Kristen menyebabkan bentrokan yang menewaskan ribuan orang. Perjanjian damai yang dimediasi oleh pemerintah pada 2002 mengakhiri hampir sebagian besar kekerasan, meskipun bentrokan di sejumlah wilayah masih terjadi. Pemerintah dan berbagai lembaga kemudian mengupayakan dialog antarkelompok. Pada 2022, Setara Institute memasukkan Ambon dalam daftar 10 kota paling toleran di Indonesia. Pada 2019, Ambon ditetapkan UNESCO sebagai anggota Jejaring Kota-kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative Cities Network) dalam bidang musik. Penetapan ini menjadi bagian dari pengakuan UNESCO terhadap peran musik dalam kehidupan masyarakat Ambon. Menurut UNESCO, musik di Ambon tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga berperan dalam pendidikan, kegiatan komunitas, industri kreatif, dan pengembangan ekonomi. Status tersebut juga mendorong pengembangan musik sebagai bagian dari pariwisata dan aset budaya kota. Dalam laporan UNESCO pada 2024, Ambon tercatat memiliki berbagai kebijakan dan program pemerintah yang mendukung wisata berbasis musik, termasuk sejumlah lokasi atraksi musik yang tersebar di berbagai wilayah kota. Demografi: Ambon merupakan kota dengan masyarakat yang multietnis. Penduduknya terutama berasal dari berbagai kelompok masyarakat Maluku, termasuk Ambon, Alfur, Kei, dan Tanimbar, serta keturunan campuran Arab-Ambon, Belanda-Ambon, Portugis-Ambon, dan Spanyol-Ambon. Selain itu, terdapat pula masyarakat dari berbagai daerah lain di Indonesia, seperti Tionghoa-Indonesia, Bugis, Buton, Flores, Jawa, Makassar, Minangkabau, Papua, dan Sunda. Kristen merupakan agama yang dianut oleh sekitar 60% penduduk Ambon, sedangkan Islam dianut oleh sekitar 39%. Selebihnya menganut berbagai agama dan kepercayaan lainnya. Iklim: Musim kemarau (April–Oktober) adalah waktu terbaik untuk mengunjungi Ambon karena cuacanya lebih cerah dan cocok untuk menikmati wisata alam. Ambon beriklim hutan hujan tropis dan tidak memiliki musim kemarau yang jelas. November merupakan bulan terkering dengan curah hujan sekitar 114 mm, sedangkan Juni merupakan bulan terbasah dengan curah hujan mencapai sekitar 638 mm. Karena terletak dekat khatulistiwa, suhu udara di Ambon relatif stabil sepanjang tahun. Desember merupakan bulan terpanas dengan suhu rata-rata 27,2 °C, sedangkan Juli merupakan bulan terdingin dengan suhu rata-rata 25,0 °C.

✈️ Cara Menuju

Ambon dapat diakses melalui Bandara Internasional Pattimura, yang melayani penerbangan domestik dari kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Makassar, Surabaya, Manado, Sorong, dan Ternate. Dari bandara, wisatawan dapat menggunakan taksi atau transportasi umum untuk mencapai pusat kota. Selain itu, Ambon juga memiliki pelabuhan yang melayani kapal dari berbagai wilayah di Indonesia. Dengan pesawat: Akses udara utama menuju Ambon adalah Bandar Udara Pattimura (AMQ IATA). Bandar udara ini melayani penerbangan domestik dari sejumlah kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta, Makassar, Surabaya, Manado, Sorong, dan Ternate. Maskapai yang melayani rute-rute tersebut antara lain Garuda Indonesia, Batik Air, Lion Air, Citilink, dan Pelita Air pada rute tertentu. 1 Bandar Udara Pattimura (AMQ IATA), Jalan Dr. Leimena, Laha, Teluk Ambon, Kota Ambon, Maluku, ☏ +62911323771. Terdapat beberapa penerbangan setiap hari dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta yang dilayani oleh Garuda Indonesia, Lion Air, dan Batik Air. Beberapa penerbangan memiliki persinggahan di Surabaya atau Makassar. (diperbarui Okt 2026) Perjalanan dari Jakarta ke Ambon dapat ditempuh dengan penerbangan langsung selama sekitar 4–5 jam. Harga tiket bervariasi menurut maskapai, waktu pemesanan, dan musim perjalanan, dengan kisaran sekitar Rp1,8 juta–Rp4 juta per orang. Dari Bandar Udara Pattimura, pusat Kota Ambon berjarak sekitar 35 km dengan waktu tempuh sekitar 45–60 menit, tergantung kondisi lalu lintas. Perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan layanan taksi bandara, transportasi daring, layanan pemadu (shuttle) hotel, atau angkutan umum. Jadwal penerbangan mungkin dapat berubah. Periksa jadwal terbaru melalui kanal resmi bandara atau maskapai sebelum berangkat. Dengan kapal: Kapal laut merupakan salah satu pilihan untuk menuju Ambon, terutama bagi penumpang yang membawa banyak barang atau ingin menikmati perjalanan antarpulau. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) melayani rute menuju Ambon dari sejumlah kota, antara lain Jakarta, Surabaya, Makassar, Bau-Bau, Sorong, Tual, Banda Neira, Fakfak, dan Kupang. 2 Pelabuhan Yos Soedarso, Jalan Pantai Mardika, Uritetu, Sirimau, Kota Ambon, Maluku. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) melayani rute dari berbagai wilayah Indonesia menuju Ambon, antara lain melalui KM Tidar dari Makassar dan KM Dorolonda dari Jakarta serta Surabaya. Jadwal pelayaran dan pemesanan tiket dapat diperiksa melalui kantor Pelni atau aplikasi resmi Pelni. (diperbarui Okt 2026) Pelabuhan Yos Sudarso Ambon merupakan salah satu pintu masuk utama bagi penumpang kapal laut di Maluku. Dibandingkan pesawat, perjalanan dengan kapal membutuhkan waktu lebih lama, tetapi tarifnya umumnya lebih terjangkau. Dari Jakarta, perjalanan dengan kapal Pelni memerlukan waktu sekitar 5–7 hari. Tarif kelas ekonomi mulai sekitar Rp700.000, tergantung jadwal pelayaran dan jenis layanan yang dipilih.

🚌 Transportasi Lokal

Di Kota Ambon, wisatawan dapat menggunakan angkot, taksi, ojek, dan transportasi daring. Angkot merupakan salah satu moda yang umum digunakan untuk perjalanan di dalam kota dan menuju beberapa kawasan di sekitar Ambon. Taksi dan transportasi daring lebih sesuai bagi wisatawan yang menginginkan perjalanan langsung ke tujuan. Ojek dapat digunakan untuk perjalanan jarak pendek, terutama ketika kondisi jalan atau akses menuju tujuan kurang sesuai untuk kendaraan roda empat. Untuk mengunjungi beberapa destinasi dalam satu hari, wisatawan dapat menyewa mobil atau sepeda motor. Mobil sewaan lebih sesuai untuk perjalanan bersama rombongan atau membawa banyak barang, sedangkan sepeda motor dapat menjadi pilihan untuk perjalanan yang lebih fleksibel. Jika datang dari luar Maluku dengan kendaraan pribadi, perjalanan tidak dapat dilakukan sepenuhnya melalui jalur darat karena Maluku merupakan provinsi kepulauan. Kendaraan harus diangkut dengan kapal penyeberangan atau kapal laut yang melayani pengangkutan kendaraan. Setelah tiba di Ambon, perjalanan menuju destinasi di dalam pulau dapat dilanjutkan melalui jaringan jalan darat.

📸 Yang Bisa Dilihat

Sejarah dan museum: 1 Pemakaman Perang Ambon, Pandan Kasturi, Sirimau, Kota Ambon, Maluku. 09.00–17.00. Pemakaman ini menjadi tempat peristirahatan para prajurit Australia yang gugur dalam invasi Jepang ke Ambon dan Timor pada Perang Dunia II. (diperbarui Okt 2026) 2 Cagar Budaya Benteng Amsterdam (Fort Amsterdam), Kaitetu, Leihitu, Maluku Tengah, Maluku. 06.00–18.00. Benteng dan rumah jaga peninggalan masa kolonial di Hila. Sebelum benteng dibangun, kawasan ini telah menjadi loji perdagangan yang didirikan oleh penjelajah Portugis Francisco Serrão pada 1512. (diperbarui Okt 2026) 3 Museum Siwalima, Jalan Dr. Malaihollo Taman Makmur, Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku, helmyonlylatuheru@yahoo.com. 08.00–16.00. Museum yang menyimpan berbagai koleksi kemaritiman serta benda-benda tradisional dari Ambon dan Maluku. (diperbarui Okt 2026) 4 Masjid Tua Wapauwe, Kaitetu, Leihitu, Maluku Tengah, Maluku (1 km di sebelah selatan Fort Amsterdam). Masjid bersejarah yang didirikan pada 1414 dan dikenal sebagai salah satu masjid tertua di Indonesia. (diperbarui Okt 2026) 5 Benteng Victoria (Fort Nieuw Victoria), Jalan Slamet Riyadi No. 1, Uritetu, Sirimau, Kota Ambon, Maluku. Bekas benteng Portugis di Kecamatan Sirimau, pusat Kota Ambon, dan merupakan benteng tertua di kota tersebut. Dibangun oleh Portugis pada 1575, benteng ini kemudian diambil alih oleh Belanda. Benteng Victoria merupakan salah satu objek wisata di Pulau Ambon dan kini menjadi markas Komando Resor Militer Pattimura. Sejak 2017, benteng ini tercatat sebagai salah satu situs cagar budaya nasional oleh Pemerintah Provinsi Maluku. (diperbarui Okt 2026) Tengara: 6 Monumen Christina Martha Tiahahu (Patung Christina Martha Tiahahu), Amantelu, Sirimau, Kota Ambon, Maluku. Monumen yang terletak di kawasan perbukitan ini menghadap Teluk Ambon. Sore hari merupakan waktu yang cocok untuk berkunjung karena dapat menikmati pemandangan teluk dan matahari terbenam dari sekitar monumen. (diperbarui Okt 2026) 7 Jembatan Merah Putih, Jalan Jembatan Merah Putih, Sirimau, Kota Ambon, Maluku. Jembatan yang melintasi Teluk Ambon ini menghubungkan Rumah Tiga (Poka) di sisi utara dengan Hative Kecil dan Galala di sisi selatan. Jembatan ini merupakan salah satu tengara utama Kota Ambon. (diperbarui Okt 2026) Pantai: 8 Pantai Liang, Liang, Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Pantai berpasir putih yang dikelilingi pepohonan sehingga cocok untuk bersantai dan piknik. Terdapat warung yang menjual kelapa muda dan sarmento, hidangan mi instan khas setempat. (diperbarui Okt 2026) 9 Pantai Pintu Kota (Pantai Pintu Kota Ambon), Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku. Pantai berbatu dengan formasi batu menyerupai pintu atau lengkungan alami yang menjadi salah satu ikon wisata Ambon. (diperbarui Okt 2026) Alam dan satwa: 10 Wisata Kolam Morea Larike, Larike, Leihitu Barat, Maluku Tengah, Maluku. 06.00–18.00. Tempat ini memungkinkan wisatawan melihat belut air tawar berukuran besar yang oleh masyarakat setempat disebut morea di sungai yang jernih. Wisatawan juga dapat membeli ikan kecil dari penduduk setempat untuk memberi makan belut. (diperbarui Okt 2026)

🎯 Yang Bisa Dilakukan

Menyelam dan bersnorkel: 1 Pantai Lubang Buaya Morela (Lubang Buaya Morella), Morela, Leihitu, Maluku Tengah, Maluku. Salah satu lokasi menyelam dan bersnorkel dengan beragam ikan dan terumbu karang yang luas. Lumba-lumba liar terkadang dapat terlihat dari pantai. (diperbarui Okt 2026) 2 Pantai Hukurila, Laut Banda, Hukurila, Kota Ambon, Maluku. Salah satu lokasi menyelam yang terkenal di Ambon. (diperbarui Okt 2026) Berendam dalam air panas: 3 Pemandian Air Panas Hatuasa (Air Panas Hatuasa Tulehu), Tulehu, Salahutu, Maluku Tengah, Maluku. Sumber air panas alami yang berada di tengah hutan sagu. Tersedia beberapa kolam dengan tingkat suhu air yang berbeda. (diperbarui Okt 2026) Mandi di bawah air terjun: 4 Air Terjun Taeno (Air Terjun Taeno/Maspait), Rumah Tiga, Teluk Ambon, Kota Ambon, Maluku (5 km di barat laut Jembatan Merah Putih; sekitar 20 menit dengan sepeda motor). Air terjun ini berada di kawasan hutan di Kota Ambon dan memiliki kolam alami di bawahnya. Airnya terasa menyegarkan. (diperbarui Okt 2026)

🛍️ Belanja & Oleh-oleh

Anda dapat membeli oleh-oleh, cendera mata, dan berbagai produk khas Ambon. Cendera mata: 1 Hilyah Bakery, Batu Merah, Sirimau, Kota Ambon, Maluku. 06.00–21.00. Menjual roti ampas terigu yang dikemas sehingga dapat dibawa sebagai oleh-oleh. (diperbarui Okt 2026) 2 Petak 10 (Petak 10 Ole Ole Khas Ambon), Jalan Mangga Dua, Urimesing, Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku. 09.00–21.00. Menjual berbagai makanan ringan khas Ambon, seperti bagea dan halua kenari, serta cendera mata berupa kaus Ambon dan kain tenun ikat. (diperbarui Okt 2026) 3 Toko Oleh-Oleh Hidayah, Honipopu, Sirimau, Kota Ambon, Maluku (di seberang jalan dari Masjid Raya Al Fatah). 10.00–21.30. Menjual minyak kayu putih dan minyak cengkih, yang digunakan untuk menghangatkan tubuh. (diperbarui Okt 2026) Pusat perbelanjaan: 4 Ambon City Center, Jalan Wolter Monginsidi, Passo, Baguala, Kota Ambon, Maluku. 10.00–22.00. Memiliki berbagai gerai fesyen, kuliner, dan bioskop. (diperbarui Okt 2026) 5 Ambon Plaza, Honipopu, Sirimau, Kota Ambon, Maluku. 10.00–18.00. Memiliki berbagai gerai fesyen dan bioskop. (diperbarui Okt 2026) 6 Maluku City Mall, Jalan Jenderal Sudirman No. 1, Hative Kecil, Sirimau, Kota Ambon, Maluku, ☏ +62911352871. 10.00–22.00. Memiliki berbagai gerai fesyen dan kuliner. (diperbarui Okt 2026) Pasar tradisional: 7 Pasar Mardika, Ruko Batu Merah Blok 1 No. 225–226, Jalan Pantai Mardika, Rijali, Sirimau, Kota Ambon, Maluku. Pasar Mardika merupakan pasar tradisional terbesar di Ambon. Pasar ini menjual buah-buahan, sayuran, daging, ikan, dan peralatan dapur. Pada pertengahan tahun, durian Ambon menjadi salah satu daya tarik karena banyak dijual di pasar ini dengan harga mulai Rp10.000 per buah. Durian tersebut dikenal karena rasanya manis dan teksturnya lembut, serta berasal dari kebun-kebun lokal di Pulau Ambon, antara lain di Desa Naku dan Wakasihu. Buah gandaria juga menjadi salah satu buah khas Ambon yang dijual di pasar ini. Hasil lautnya segar karena bagian pasar ikan berada di tepi laut. Ikan asar, yaitu ikan laut asap, juga mudah ditemukan dan umumnya dibuat dari ikan tuna serta dapat langsung dimakan. (diperbarui Okt 2026)

🍜 Kuliner

Kuliner Ambon banyak menggunakan bahan lokal seperti sagu, ikan, kelapa, rempah-rempah, dan kenari. Wisatawan dapat mencicipi papeda, makanan pokok berbahan sagu yang bertekstur kenyal dan biasanya disajikan dengan ikan kuah kuning. Ikan asar merupakan ikan yang diasap hingga beraroma khas, sedangkan ikan bakar colo-colo berupa ikan bakar yang disajikan dengan sambal colo-colo. Rujak natsepa terdiri atas buah-buahan dengan bumbu kacang, sementara kohu-kohu berupa sayuran dengan kelapa parut dan ikan. Untuk kudapan, sagu gula memiliki rasa manis, sedangkan bagea merupakan kue sagu bertekstur renyah. Nasi kelapa menjadi pilihan lain berupa nasi yang dimasak dengan kelapa atau santan. Masakan khas Ambon: Masakan khas Ambon mudah ditemukan di berbagai tempat di kota. Beberapa hidangan yang patut dicoba antara lain: Ikan kuah kuning: ikan laut yang dimasak dalam kuah berwarna kuning. Papeda: bubur yang dibuat dari tepung sagu dan biasanya disantap bersama ikan kuah kuning. Kohu-kohu: hidangan berupa sayuran dengan ikan tuna, kelapa parut, dan jeruk nipis. Nasi kelapa: nasi dengan campuran kelapa parut, cabai, bawang merah, dan air jeruk. Sambal colo-colo: sambal bercita rasa asam dan pedas yang dibuat dari tomat, jeruk nipis, kemangi, cabai, dan bawang merah. Tumis bia: siput laut yang ditumis dengan bumbu pedas. Ambon juga memiliki berbagai kudapan, kue, dan hidangan penutup khas, antara lain: Ampas terigu: roti yang dibuat dari tepung, gula aren, dan kelapa parut. Kue asida: hidangan penutup tradisional yang biasa disajikan pada bulan Ramadan dan diperkenalkan oleh masyarakat Arab-Ambon. Kue cara: adonan gurih yang digoreng dan diberi taburan ikan tuna suwir berbumbu, irisan cabai, daun bawang, dan seledri. Pisang asar: pisang goreng yang disajikan dengan kacang dan gula. Beberapa minuman yang dikenal sebagai minuman khas Ambon antara lain: Jus gandaria: jus yang dibuat dari buah gandaria. Kopi rarobang: minuman kopi yang diberi rempah-rempah, kenari, dan susu kental manis. Terdapat banyak warung dan rumah makan dengan harga murah hingga menengah, baik di pusat kota maupun di luarnya. Nasi kuning Ambon merupakan pilihan makanan yang murah untuk sarapan, makan siang, maupun makan malam dan dijual di berbagai sudut kota. Pada malam hari, banyak pedagang hidangan laut dapat ditemukan di sepanjang Jalan Sam Ratulangi dengan harga menengah. Murah: 1 Pantai Natsepa, Suli, Salahutu, Maluku Tengah, Maluku. Cobalah rujak Natsepa, berupa irisan buah yang disajikan dengan bumbu kacang manis dan pedas. (diperbarui Okt 2026) 2 Cafe Sibu-sibu 02 (Sibu-Sibu Cafe), Said Perintah No. 26, Honipopu, Sirimau, Kota Ambon, Maluku. 10.00–23.00. Menyajikan makanan dan minuman khas Ambon. Kafe ini cocok untuk bersantai, dengan bagian depan yang terbuka dan dinding yang dihiasi foto penyanyi Ambon yang tampil di tingkat nasional maupun internasional. Tempat ini populer di kalangan masyarakat setempat. Tersedia sambungan internet nirkabel, meskipun koneksinya lambat. Pemiliknya, June, dapat berbahasa Inggris. Selain makanan ringan dan kue, tersedia kopi dan minuman beralkohol. Cobalah kopi rarobang serta kue khas Ambon seperti kasbi tone dan koyabu singkong. Rp25.000–150.000 per orang. (diperbarui Okt 2026) Menengah: 3 Imperial Resto (Imperial Restaurant), Jalan Diponegoro No. 53, Ahusen, Sirimau, Kota Ambon, Maluku, ☏ +62911315333. 11.00–23.00. Restoran dengan suasana bersih dan nyaman untuk makan siang atau malam. Menyajikan hidangan laut segar serta berbagai menu khas Ambon seperti papeda dan ikan kuah kuning dengan kenari, ikan kukus ala Hong Kong, ikan asam manis, daging sapi lada hitam, dan kepiting segar gaya Sichuan. Seluruh makanan yang disajikan halal. Rp50.000–75.000. (diperbarui Okt 2026) 4 Rumah Makan Dedes (Rumah Makan Dedes Ambon), Jalan Sultan Babullah No. 47, Silale, Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku, ☏ +62911356188. 10.00–21.30. Cobalah papeda dan ikan kuah kuning. Rp50.000–125.000. (diperbarui Okt 2026) 5 Rumah Makan Ratu Gurih (Rumah Makan New Ratu Gurih), Jalan Diponegoro No. 26, Ahusen, Sirimau, Kota Ambon, Maluku, ☏ +62911341202. 09.00–21.00. Menyajikan berbagai hidangan laut. Cobalah ikan bakar kenari, yaitu ikan bakar dengan saus kenari, serta minuman jus gandaria. (diperbarui Okt 2026) 6 Wailela Cafe & Resto (Wailela Cafe and Resto), Jalan Ir. M. Putuhena, Rumah Tiga, Tlk. Ambon, Kota Ambon, Maluku. 11.00–21.30. Menyajikan berbagai masakan Indonesia. Area luar ruangan menghadap pemandangan Kota Ambon. Rp50.000–150.000. (diperbarui Okt 2026)

🛏️ Menginap

Ambon memiliki berbagai pilihan akomodasi, mulai dari hotel dengan harga terjangkau hingga resor dan vila. Murah: 1 Hotel Mutiara, Jalan Pattimura No. 12, Uritetu, Sirimau, Kota Ambon, Maluku, ☏ +62911353873. Berada di dekat Taman Pattimura. Mulai dari Rp331.300. (diperbarui Okt 2026) 2 Imperial Inn (Imperial Inn Hotel), Jalan W.R. Supratman Gang Kedondong, Uritetu, Sirimau, Kota Ambon, Maluku, ☏ +62911355047. Lapor masuk: 14.00, lapor keluar: 12.00. Penginapan dengan berbagai pilihan tipe kamar dan harga terjangkau. Setiap kamar dilengkapi akses internet gratis. Mulai dari Rp274.000. (diperbarui Okt 2026) 3 LeGreen Suite Waihaong, ☏ +62911350068, waihaong@le-green.com. Hotel dengan harga terjangkau yang berada di dekat Ambon Islamic Center dan Masjid Raya Al Fatah. Mulai dari Rp208.415. (diperbarui Okt 2026) Menengah: 4 Manise Hotel (Manise Hotel Ambon), Jalan W.R. Supratman No. 1, Uritetu, Sirimau, Kota Ambon, Maluku, ☏ +62911341445, sales@manisehotel.com. Lapor masuk: 14.00, lapor keluar: 12.00. Hotel yang dikelola keluarga. Terdapat McDonald's di seberang hotel. Mulai dari Rp500.000. (diperbarui Okt 2026) 5 Nusa Ela Resort, Pulau Ela, Ureng, Leihitu, Maluku Tengah, Maluku, ☏ +6281332066794. Lapor masuk: 14.00. Resor privat di bagian barat laut Pulau Ambon, tepatnya di gugusan Pulau Tiga. Cocok untuk bersantai, bersnorkel, menyelam, memancing, dan memancing dengan tombak. Resor ini memiliki pantai berpasir putih dan air laut yang sangat jernih. Mulai dari Rp600.000. (diperbarui Okt 2026) 6 Hotel Santika Premiere Ambon, ☏ +629113833888, ambonpremiere@reservation.santika.com. Lapor masuk: 14.00, lapor keluar: 12.00. Hotel bintang empat dengan supermarket di lantai pertama. Mulai dari Rp795.000. (diperbarui Okt 2026) 7 The Natsepa, Jalan Natsepa No. 36, Suli, Salahutu, Maluku Tengah, Maluku, ☏ +62911362555, booking@thenatsepa.com. Memiliki kolam renang dengan pemandangan laut Mulai dari Rp870.000. (diperbarui Okt 2026) Mewah: 8 Ume Ata Beach Villa, Tial, Salahutu, Kota Ambon, Maluku, ☏ +62811471815, info@malukuresort.com. Memiliki empat vila dengan kolam renang pribadi dan pantai berpasir putih. Mulai dari Rp1.500.000. (diperbarui Okt 2026)

⚠️ Keamanan

Ambon pernah dilanda konflik sektarian antara masyarakat Muslim dan Kristen pada pergantian abad ke-21 dan sepanjang sebagian besar dekade pertama abad tersebut. Kondisi keamanan kemudian membaik dan pada 2024 situasi di Ambon jauh lebih damai. Gong Perdamaian Dunia merupakan monumen yang dibangun pada 25 November 2009 sebagai simbol perdamaian dunia. Pada 2022, Ambon juga menerima penghargaan sebagai salah satu dari 10 kota paling toleran di Indonesia dari Setara Institute.

Sumber & lisensi. Isi halaman ini dikompilasi dari beberapa sumber tepercaya (tercantum di bawah), sebagian di bawah lisensi CC BY-SA. Kondisi lapangan dapat berubah — periksa ulang jam buka, tarif, dan akses sebelum berangkat.
Foto: Jembatan Merah Putih, Teluk Ambon — Toddy / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Panduan Kota Lainnya