Penjelasannya
Lebih dari 280 juta orang bangga menyebut diri orang Indonesia. Namun kata "Indonesia" sendiri bukan berasal dari bahasa Jawa, Melayu, atau Sanskerta. Akarnya ada di Yunani kuno.
Kata ini menggabungkan "Indos", yang merujuk ke wilayah Indus, dan "nesos", kata Yunani untuk pulau: secara harfiah "Kepulauan Hindia". Pada 1850, seorang ahli hukum Skotlandia bernama James Richardson Logan memakai istilah ini untuk menggambarkan geografi Nusantara.
Penjajah Belanda tidak menyukainya dan lebih memilih sebutan Hindia Belanda untuk menegaskan kepemilikan. Para pemuda pergerakan kemudian mengambil alih kata asing itu dan menjadikannya seruan persatuan. Sebuah istilah Yunani yang dicetuskan cendekiawan Inggris, berubah menjadi identitas negara berpenduduk terbanyak keempat di dunia.