Penjelasannya
Tarik 70 dolar dari ATM di Jakarta, dan kamu langsung jadi "jutawan" dengan sejuta rupiah di tangan. Kenapa rupiah punya begitu banyak nol? Dulu tidak begini: pada 1949, satu dolar AS bernilai kurang dari empat rupiah.
Lalu sejarah memukul dua kali. Pertama, pertengahan 1960-an: pencetakan uang negara yang tak terkendali memicu hiperinflasi lebih dari 650 persen. Kedua, krisis finansial Asia 1998: rupiah anjlok dari sekitar 2.500 per dolar menjadi hampir 17.000.
Harga dan upah menyesuaikan diri secara permanen dengan angka yang membengkak, sehingga nol-nol tambahan itu membeku di tempatnya. Setiap kali membayar Rp50.000 untuk secangkir kopi, kamu sedang melihat bekas luka badai ekonomi masa lalu.