Penjelasannya
"OK" adalah kata yang paling banyak diucapkan dan dipahami di seluruh dunia. Padahal awalnya ia lelucon ejaan yang disengaja.
Akhir 1830-an, penulis muda di koran-koran Boston punya tren konyol menyingkat kata yang sengaja salah eja. Pada 23 Maret 1839, Boston Morning Post mencetak "O.K." sebagai singkatan "oll korrect", plesetan dari all correct. Lelucon semacam itu biasanya cepat dilupakan.
Tetapi setahun kemudian, sebuah kampanye presiden AS memakainya. Pendukung Presiden Martin Van Buren menjulukinya "Old Kinderhook" dan menyerukan "Vote for OK!". Lalu datang telegraf listrik: operator butuh konfirmasi singkat dan jelas bahwa pesan sudah diterima. Lelucon koran abad ke-19 yang menjadi slang politik, lalu menaklukkan komunikasi manusia.