Penjelasannya
Setiap Halloween, jutaan orang mengukir wajah bercahaya di buah labu. Padahal awalnya tradisi ini sama sekali tidak memakai labu.
Berabad-abad lalu di Irlandia dan Skotlandia, orang mengukir wajah seram pada umbi yang keras: lobak, bit, dan rutabaga. Menurut legenda Kelt, seorang penipu tua bernama Jack dikutuk mengembara dalam gelap hanya dengan bara di dalam lobak berlubang. Untuk menangkal arwahnya pada malam Samhain, penduduk desa menaruh lobak berukir berisi bara di depan pintu.
Saat Kelaparan Besar Irlandia tahun 1840-an, lebih dari sejuta orang mengungsi, banyak di antaranya ke Amerika Serikat. Di sana mereka menemukan labu asli Amerika: jauh lebih besar, lebih lunak diukir, dan siap panen pada Oktober. Jadi labu yang menyala di teras itu sebenarnya kisah hantu Irlandia kuno yang dibungkus buah Amerika.