GeeGitMEDIA
IHSG Menguat Ditopang Investor Asing, Analis Rilis Rekomendasi Saham Pilihan
finansial

IHSG Menguat Ditopang Investor Asing, Analis Rilis Rekomendasi Saham Pilihan

29 Okt 2026 • 07:10 WIB · Redaktur Desk Finansial

Berdasarkan laporan terkini dari sejumlah media nasional pada Kamis, 29 Oktober 2026, pasar modal Indonesia menunjukkan dinamika positif di tengah tantangan makroekonomi, di mana investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) yang turut mengangkat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Net Buy AsingRp 665,22 miliar
IHSG5.282
Kurs USD/IDRRp 18.176,4
Redaksi BertugasRedaktur Desk Finansial

Liputan dari Katadata Riset & Ekonomi mencatat bahwa investor asing memborong saham dengan nilai *net buy* mencapai Rp 665,22 miliar pada perdagangan hari Rabu, 28 Oktober 2026. Aktivitas akumulasi tersebut berlangsung ketika IHSG bergerak naik ke level 5.282, didorong oleh performa emiten besar seperti BBCA dan ASII. Sementara itu, mengutip laporan Kontan Investasi & Makro yang dirilis pada Kamis, 29 Oktober 2026, para analis pasar modal memberikan sejumlah rekomendasi teknikal bagi para pelaku pasar untuk mencermati saham-saham pilihan seperti BBRI, ISAT, dan INTP dalam perdagangan hari ini. Di sisi lain, dinamika makroekonomi turut diwarnai oleh sentimen nilai tukar mata uang. Berdasarkan ulasan CNBC Indonesia Market pada Rabu, 28 Oktober 2026, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan tetap optimis terhadap ketahanan fundamental makroekonomi nasional meskipun terdapat proyeksi tekanan pelemahan rupiah yang sempat diramal bisa mendekati level Rp19.000 per dolar AS. Proyeksi ini terkonfirmasi oleh data telemetri resmi pasar valas yang mencatat nilai tukar USD/IDR berada di level 18.176,4 dengan perubahan positif sebesar 0,21 persen.

Dampak bagi pembaca

Dinamika pasar keuangan dan fluktuasi nilai tukar ini memberikan implikasi langsung bagi para investor ritel maupun institusional dalam menyusun strategi portofolio investasi mereka. Masuknya aliran dana asing menjadi sinyal positif bagi likuiditas pasar, namun investor tetap disarankan untuk melakukan analisis fundamental dan teknikal secara mendalam sebelum mengambil keputusan beli atau jual, serta memperhatikan langkah mitigasi risiko terhadap potensi volatilitas nilai tukar rupiah.

Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (Kontan Investasi & Makro, Katadata Riset & Ekonomi, CNBC Indonesia Market)