IHSG Anjlok ke 5.863 dan Suroso Isnandar Resmi Jabat Dirut PLN
Bursa Efek Indonesia diwarnai pergerakan signifikan pada Kamis, 15 Oktober 2026, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot tajam 1,33% ke level 5.863, sementara di sektor korporasi strategis, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menetapkan Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero) yang baru.
Berdasarkan laporan dari berbagai media ekonomi terkemuka, perdagangan saham pada Kamis, 15 Oktober 2026, ditandai oleh tekanan jual yang masif di pasar domestik. Liputan dari Katadata Riset & Ekonomi serta CNN Indonesia Ekonomi mencatat bahwa IHSG ditutup melemah 1,33% atau terkoreksi 79,24 poin ke posisi 5.863 pada penutupan sore hari. CNBC Indonesia Market merinci posisi akhir indeks berada di level 5.863,78 dengan mayoritas saham tertekan, di mana 567 saham terkoreksi, 108 saham menguat, dan 120 saham stagnan. Sementara itu, Republika News menghimpun pandangan pengamat pasar modal Elandry Pratama yang menyebutkan bahwa pelemahan indeks ini dipicu oleh kombinasi sentimen global dan domestik, disertai adanya aksi crossing saham jumbo seperti pada emiten BYAN dan SMMA. Di tengah ketidakpastian pasar finansial tersebut, dinamika korporasi besar juga mencuri perhatian publik. Kontan Investasi & Makro melaporkan aksi korporasi besar di mana pengendali PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Low Tuck Kwong, kembali memborong 100 juta saham perusahaannya senilai Rp 1,12 triliun pada tanggal 14 Oktober 2026, yang mendongkrak porsi kepemilikannya menjadi 10,25%. Bergeser ke sektor energi, Sindonews Ekonomi & Bisnis mengonfirmasi hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT PLN (Persero) yang secara resmi menunjuk Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama menggantikan Darmawan Prasodjo, dengan kepastian bahwa seluruh program strategis perusahaan akan terus dilanjutkan.
Dampak bagi pembaca
Pelemahan tajam IHSG ke level 5.863 memberikan sinyal kehati-hatian bagi para investor ritel maupun institusional dalam mengelola portofolio di tengah kombinasi tekanan sentimen global dan domestik. Di sisi lain, kepemimpinan baru di PT PLN (Persero) di bawah Suroso Isnandar menjadi faktor penentu stabilitas sektor ketenagalistrikan nasional, di mana kelanjutan program strategis diharapkan mampu menjaga kepercayaan investor terhadap infrastruktur energi Indonesia.
Buka sumber asal: Kompilasi 6 Media (Kontan Investasi & Makro, Katadata Riset & Ekonomi, CNN Indonesia Ekonomi)