GeeGitMEDIA
Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan Golkar Sejak Enam Bulan Lalu
politik

Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan Golkar Sejak Enam Bulan Lalu

20 Sep 2026 • 13:20 WIB · Redaktur Desk Politik

Menteri Agraria dan Tata Ruang serta Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, telah mundur dari kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar lebih dari enam bulan yang lalu. Pengunduran diri itu dikonfirmasi oleh Sekjen Golkar, Airlangga Hartarto (Sarmuji), dalam pernyataan pada Minggu, 20 September 2026, pukul 13.00 WIB. Meski tidak lagi menjabat di DPP, Nusron tetap terdaftar sebagai kader partai. Informasi ini pertama kali diangkat oleh Sindonews pada pukul 06.44 WIB, kemudian diikuti laporan CNN Indonesia pada pukul 13.00 WIB.

Peristiwa TerhimpunTernyata Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan Golkar Sejak 6 Bulan Lalu
Ringkasan LaporanSekjen Golkar Sarmuji mengonfirmasi Nusron Wahid mundur dari kepengurusan lebih dari enam bulan lalu. Nusron tetap sebagai kader Golkar. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid ternyata sudah mundur dari kepengurusan DPP Partai Golkar.
Jumlah Media2 sumber independen
Media PeliputCNN Indonesia Nasional & Politik, Sindonews Nasional
KonteksKompilasi berita multi-sumber GeeGit Media
Redaksi BertugasRedaktur Desk Politik

Menurut Sindonews, Nusron Wahid yang saat ini menjabat sebagai Menteri ATR/BPN telah mengundurkan diri dari kepengurusan DPP Golkar sejak enam bulan lalu, namun tidak ada penjelasan resmi mengenai alasan pengunduran diri tersebut. Pada sore harinya, CNN Indonesia menambahkan bahwa Sekjen Golkar, Airlangga Hartarto (Sarmuji), menegaskan bahwa Nusron memang sudah tidak lagi menjadi bagian pengurus partai, namun ia tetap menjadi kader Golkar yang aktif. Kedua media menekankan bahwa tidak ada perubahan status keanggotaan Nusron dalam partai. Perbedaan utama terletak pada penekanan: Sindonews menyoroti jabatan menteri Nusron, sementara CNN Indonesia menekankan konfirmasi langsung dari Sekjen. Kedua laporan dirilis pada hari yang sama, 20 September 2026, menunjukkan konsistensi informasi meski sudut pandang berbeda. Tidak ada data telemetri resmi yang relevan untuk mengonfirmasi peristiwa ini.

Dampak bagi pembaca

Pengunduran diri Nusron Wahid dari kepengurusan Golkar dapat memengaruhi dinamika internal partai menjelang pemilihan umum mendatang, terutama dalam hal distribusi kekuasaan antar faksi. Meskipun tetap menjadi kader, ketidakterlibatan dalam struktur DPP dapat mengurangi pengaruhnya dalam pengambilan keputusan strategis partai. Bagi pemerintah, posisi Nusron sebagai Menteri ATR/BPN tetap tidak terpengaruh, namun publik dapat menilai konsistensi politik pejabat tinggi yang sekaligus aktif dalam partai. Golkar diperkirakan akan menyesuaikan susunan kepengurusan untuk mengisi kekosongan tersebut, yang dapat membuka peluang bagi kader baru atau memperkuat posisi faksi tertentu.

Buka sumber asal: Kompilasi 2 Media (CNN Indonesia Nasional & Politik, Sindonews Nasional)