GeeGitMEDIA
IHSG Ditutup Melemah 0,43% ke Level 6.121 di Tengah Transaksi Jumbo Saham BBCA
finansial

IHSG Ditutup Melemah 0,43% ke Level 6.121 di Tengah Transaksi Jumbo Saham BBCA

29 Sep 2026 • 19:10 WIB · Redaktur Desk Finansial

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia mengakhiri perdagangan di zona merah pada Selasa, 29 September 2026, dengan penurunan sebesar 0,43% ke level 6.121, di tengah dinamika pasar yang diwarnai aksi jual serta transaksi negosiasi saham skala besar.

Penurunan IHSG0,43%
Level Penutupan IHSG6.121,70
Volume TransaksiRp 13,24 triliun
Saham Menguat303 saham
Saham Terkoreksi373 saham
Redaksi BertugasRedaktur Desk Finansial

Berdasarkan laporan harian dari berbagai media ekonomi, pergerakan bursa saham domestik sepanjang sesi perdagangan menunjukkan tekanan jual yang cukup dominan. Liputan Sindonews Ekonomi & Bisnis dan Kontan Investasi & Makro mencatat bahwa IHSG ditutup melemah 26,15 hingga 26,16 poin atau 0,43%, masing-masing berakhir di level 6.121 dan 6.121,70 pada Selasa, 29 September 2026. Sementara itu, data dari Katadata Riset & Ekonomi merinci bahwa dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 303 saham mengalami penguatan, 373 saham terkoreksi, dan 118 saham lainnya stagnan. Tekanan di lantai bursa ini turut dikonfirmasi oleh Detik Finance dan CNBC Indonesia Market, yang melaporkan bahwa volume transaksi harian mencapai Rp 13,24 triliun dengan peningkatan volatilitas pasar. Sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti GOTO, AADI, dan ADRO tertekan dan masuk dalam jajaran top losers indeks LQ45. Di sisi lain, dinamika pasar juga diwarnai aktivitas transaksi luar biasa atau crossing jumbo. Liputan CNN Indonesia Ekonomi menyoroti adanya transaksi negosiasi saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp1,35 triliun di tengah perbincangan pasar mengenai dinamika kepemilikan saham tersebut, bersamaan dengan catatan transaksi di saham ADMF dan BUVA.

Dampak bagi pembaca

Pelemahan IHSG dan tingginya volatilitas pasar keuangan domestik menuntut para investor ritel maupun institusional untuk lebih berhati-hati dalam mengelola portofolio investasi. Pelaku pasar disarankan untuk mencermati fundamental emiten secara mendalam serta memantau perkembangan kebijakan bursa guna memitigasi risiko kerugian akibat fluktuasi harga saham yang signifikan.

Buka sumber asal: Kompilasi 6 Media (Sindonews Ekonomi & Bisnis, Katadata Riset & Ekonomi, Detik Finance)