GeeGitMEDIA
IHSG Anjlok Tajam 1,94 Persen ke 5.975 di Sesi I, Saham Unggulan Dilego
finansial

IHSG Anjlok Tajam 1,94 Persen ke 5.975 di Sesi I, Saham Unggulan Dilego

12 Okt 2026 • 13:10 WIB · Redaktur Desk Finansial

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan sesi pertama awal pekan, Senin, 12 Oktober 2026, dengan anjlok 1,94% ke level 5.975 di tengah pergerakan pasar keuangan yang variatif.

IHSG Sesi I5.975,78 (-1,94%)
Penurunan Poin IHSG117,97 poin
Net Sell AsingRp 166 Miliar
Kurs USD/IDR TelemetriRp17.880,55 (-0,22%)
Redaksi BertugasRedaktur Desk Finansial

Berdasarkan laporan dari berbagai media finansial terkemuka, perdagangan saham pada Senin siang diwarnai sentimen negatif yang mendalam bagi pasar ekuitas domestik. Katadata Riset & Ekonomi mencatat bahwa IHSG ditutup anjlok 1,94% ke level 5.975 disertai aksi jual bersih (net sell) asing sebesar Rp 166 miliar, di mana saham-saham seperti BUMI, BBCA, dan DEWA banyak dilego oleh investor. Senada dengan laporan tersebut, Kontan Investasi & Makro merinci bahwa indeks merosot 117,97 poin atau 1,94% ke posisi 5.975,78 pada akhir sesi I, dengan jajaran saham emiten seperti GOTO, CUAN, dan EXCL menduduki posisi jajaran top losers dalam indeks LQ45. Di sisi lain, dinamika pasar keuangan pagi harinya sempat menunjukkan narasi yang berbeda pada pembukaan perdagangan. Detik Finance sempat melaporkan adanya penguatan awal pada pembukaan perdagangan Senin pagi. Sementara itu, pergerakan nilai tukar rupiah terpantau menunjukkan tren penguatan di tengah tekanan pasar saham. Antara Berita Terkini & Bencana melaporkan rupiah menguat tipis 5 poin atau 0,03 persen yang dipengaruhi penurunan harga minyak dan indeks dolar AS, sementara CNN Indonesia Ekonomi mencatat rupiah dibuka menguat 14 poin atau 0,08 persen ke level Rp17.885 per dolar AS, dan CNBC Indonesia Market mencatat dolar AS berada di kisaran Rp17.860 pada pagi hari. Data telemetri resmi pergerakan valas turut mengonfirmasi posisi tukar dengan nilai USD/IDR berada di kisaran 17.880,55 atau terkoreksi -0,22 persen. Tekanan jual yang masif pada sesi pertama ini mendominasi aktivitas perdagangan secara keseluruhan. Berdasarkan catatan Katadata, sebanyak 537 saham tercatat mengalami koreksi, jauh melampaui 159 saham yang masih mampu menguat, serta 95 saham lainnya yang bergerak stagnan. Kondisi ini mencerminkan kehati-hatian investor dalam merespons sentimen makroekonomi yang berkembang di awal pekan.

Dampak bagi pembaca

Anjloknya IHSG ke level di bawah 6.000 memberikan sinyal kewaspadaan bagi investor ritel maupun institusional terhadap potensi volatilitas lanjutan di pasar modal Indonesia. Pelaku pasar diimbau untuk tetap mencermati perkembangan sentimen global maupun domestik serta menerapkan manajemen risiko yang ketat, mengingat tingginya aksi pelepasan pada saham-saham berkapitalisasi besar di indeks LQ45.

Buka sumber asal: Kompilasi 6 Media (Katadata Riset & Ekonomi, Kontan Investasi & Makro, Antara Berita Terkini & Bencana)