IHSG Menguat 1,04% di Tengah Tekanan Aksi Jual Asing yang Terus Berlanjut
Berdasarkan laporan CNBC Indonesia Market, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 1,04% ke level 6.093,76 pada perdagangan awal pekan, Senin, 12 Oktober 2026, yang didorong oleh pergerakan positif saham BBRI dan AMMN, meskipun dibayangi aksi jual bersih oleh investor asing.
Kenaikan indeks pada awal pekan ini memberikan angin segar di tengah dinamika pasar keuangan domestik yang masih menghadapi tekanan eksternal dan aksi lepas saham oleh investor asing. Liputan dari CNBC Indonesia Market mencatat bahwa aliran modal asing masih mencatatkan jual bersih atau net sell sebesar Rp141,50 miliar pada perdagangan tersebut. Sementara itu, ulasan mendalam dari Katadata Riset & Ekonomi menyoroti bahwa tekanan jual di pasar modal Indonesia sepanjang pekan sebelumnya juga menyasar saham-saham raksasa teknologi seperti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) serta sejumlah saham bank berkapitalisasi besar. Dinamika ini diperkuat oleh data dari Kontan Investasi & Makro yang mencatatkan bahwa secara kumulatif sepanjang tahun 2026 berjalan hingga penutupan perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026, investor asing telah mencatatkan aksi net sell yang cukup masif mencapai Rp84,99 triliun, memicu penantian pasar terhadap langkah pembenahan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Self-Regulatory Organization (SRO).
Dampak bagi pembaca
Kondisi pasar modal yang diwarnai aksi jual bersih asing menuntut para investor ritel maupun institusional untuk lebih cermat dalam menerapkan strategi diversifikasi portofolio. Pelaku pasar diimbau untuk memantau fundamental emiten secara ketat dan memperhatikan kebijakan lanjutan dari otoritas bursa guna mengantisipasi volatilitas lanjutan di sektor keuangan.
Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (CNBC Indonesia Market, Katadata Riset & Ekonomi, Kontan Investasi & Makro)