GeeGitMEDIA
FrieslandCampina Resmi Jadi Pengendali ULTJ dengan Harga Saham Baru Rp 2.150
finansial

FrieslandCampina Resmi Jadi Pengendali ULTJ dengan Harga Saham Baru Rp 2.150

18 Sep 2026 • 19:20 WIB · Redaktur Desk Finansial

Berdasarkan laporan Kontan Investasi & Makro pada Jumat, 18 September 2026, 18.43 WIB, industri susu nasional memasuki babak baru setelah Royal FrieslandCampina N.V. mengumumkan rencana pengambilalihan saham pengendali PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) dengan harga saham baru ditetapkan senilai Rp 2.150.

Harga Saham Baru ULTJRp 2.150
Pengendali Baru ULTJRoyal FrieslandCampina N.V.
Redaksi BertugasRedaktur Desk Finansial

Aksi korporasi ini menjadi sorotan utama di tengah dinamika pasar modal Indonesia. Liputan Kontan menyoroti bagaimana masuknya raksasa susu asal Belanda ini mengubah peta kepemilikan dan arah masa depan saham ULTJ. Sementara itu, dinamika bursa juga diwarnai oleh berbagai laporan media lain terkait aksi korporasi besar. Berdasarkan catatan CNBC Indonesia Market pada hari yang sama, Bursa Efek Indonesia (BEI) turut menegaskan pentingnya menjaga independensi dalam proses demutualisasi di tengah maraknya aksi strategis emiten. Di sisi lain, Katadata Riset & Ekonomi serta CNN Indonesia Ekonomi menyoroti gelombang ekspansi dan akuisisi emiten lain yang sedang ramai di pasar, seperti rekam jejak ekspansi bisnis yang melibatkan tokoh nasional Haji Isam pada sejumlah emiten mulai dari PACK hingga rencana pencaplokan 30 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong yang berawal dari rumor Agustus lalu.

Dampak bagi pembaca

Masuknya Royal FrieslandCampina sebagai pengendali baru ULTJ memberikan implikasi signifikan terhadap struktur tata kelola perusahaan dan sentimen investor di pasar saham domestik. Bagi para pelaku pasar dan konsumen, kepastian kepemilikan ini diharapkan mampu memperkuat permodalan serta efisiensi operasional industri pengolahan susu. Mitigasi bagi investor ritel adalah dengan mencerminkan keterbukaan informasi secara berkala serta memantau prospektus resmi guna mengantisipasi volatilitas harga saham jangka pendek.

Buka sumber asal: Kompilasi 4 Media (Kontan Investasi & Makro, CNBC Indonesia Market, Katadata Riset & Ekonomi)