GeeGitMEDIA
Pasar Kripto Bergolak: Bitcoin Anjlok Akibat Masalah Keamanan Binance dan Keputusan The Fed
finansial

Pasar Kripto Bergolak: Bitcoin Anjlok Akibat Masalah Keamanan Binance dan Keputusan The Fed

30 Okt 2026 • 13:10 WIB · Redaktur Desk Finansial

Pasar mata uang kripto global mengalami tekanan hebat pada Jumat, 30 Oktober 2026, ditandai dengan penurunan harga Bitcoin yang merosot tajam menyusul laporan potensi masalah keamanan pada bursa kripto Binance serta keputusan bank sentral Amerika Serikat, The Fed, yang menahan suku bunga acuannya.

Harga Bitcoin (Kontan)US$ 77.646
Pembekuan Aset BinanceLebih dari US$ 2,5 miliar
Suku Bunga ECB2,5%
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia5,29 Persen
Inflasi September 20263,28 Persen
Kurs USD/IDRRp18.143,0
Redaksi BertugasRedaktur Desk Finansial

Berdasarkan himpunan laporan dari berbagai media ekonomi dan finansial, gelombang pelemahan ini bermula dari pengumuman terkait potensi pelanggaran keamanan di Binance yang memicu kekhawatiran investor luas. Liputan Kontan Investasi & Makro mencatat bahwa harga Bitcoin anjlok hingga menyentuh level US$ 77.646 akibat tekanan pasar tersebut, sementara CNBC Indonesia Market melaporkan penurunan harga Bitcoin turun di bawah kisaran US$78.000 setelah bursa mengumumkan pembekuan aset senilai lebih dari US$ 2,5 miliar demi menjaga keamanan dana pengguna. Di sisi lain, dinamika makroekonomi global turut memperkeruh sentimen pasar. Berdasarkan laporan Republika News, tekanan lanjutan datang dari keputusan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), yang mempertahankan suku bunga acuan di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter dan inflasi, memaksa investor untuk mewaspadai volatilitas tinggi. Situasi ini diperkuat oleh laporan Detik Finance yang mencatat langkah serupa dari Bank Sentral Eropa (ECB) dalam menahan suku bunga acuannya di level 2,5% pada Kamis, 29 Oktober 2026, seraya menyuarakan sinyal kemungkinan kenaikan di akhir tahun. Dalam konteks perekonomian domestik yang berjalan beriringan dengan dinamika global ini, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa ekonomi Indonesia pada Triwulan II-2026 tetap tumbuh positif sebesar 5,29 persen secara year-on-year, dengan tingkat inflasi year-on-year pada September 2026 berada di level 3,28 persen. Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berdasarkan data keuangan tercatat berada di level Rp18.143,0 per dolar AS dengan koreksi tipis sebesar -0,18 persen di tengah ketidakpastian pasar finansial global.

Dampak bagi pembaca

Gejolak pasar kripto dan kebijakan suku bunga global memberikan dampak langsung bagi para investor ritel maupun institusional yang menghadapi peningkatan volatilitas aset digital. Pelaku pasar diimbau untuk meningkatkan kehati-hatian, memperketat manajemen risiko, serta memantau perkembangan keamanan bursa kripto guna menghindari potensi kerugian lebih lanjut di tengah ketidakpastian ekonomi makro global.

Buka sumber asal: Kompilasi 4 Media (Republika News, CNBC Indonesia Market, Detik Finance)