Warga RI Sesak, 277 Ribu Kasus ISPA Terkait Karhutla, 5,3 Juta Masker Disalurkan
Pada Kamis, 15 Oktober 2026, ribuan warga di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melaporkan gejala pernapasan akut (ISPA). Menurut Kementerian Kesehatan, sebanyak 277 ribu kasus ISPA tercatat, termasuk 62 ribu anak usia 0‑5 tahun. Pemerintah menanggapi dengan menyalurkan 5,3 juta masker dan menurunkan 2.106 tenaga kesehatan ke daerah terdampak, sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang baru dipimpin Letjen TNI Kristofor Sianturi berjanji mengkaji kembali luasan kebakaran.
Berdasarkan laporan Antara, Kepala BNPB Letjen TNI Kristofor Sianturi menanggapi usulan penetapan karhutla sebagai bencana nasional, menegaskan perlunya koordinasi lintas lembaga. Sementara itu, CNN Indonesia menyoroti komitmen Sianturi yang baru dilantik untuk melakukan verifikasi ulang terhadap luasan kebakaran hutan di seluruh Indonesia, mengingat besarnya dampak kesehatan yang muncul. Katadata menambahkan latar belakang kepemimpinan Sianturi, mengingatkan bahwa ia sebelumnya menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer XXI/Radin Inten yang mencakup Provinsi Lampung dan Bengkulu—daerah yang kini menjadi pusat kebakaran. Detik Health melaporkan angka kasus ISPA secara detail: 277 ribu kasus, dengan 62 ribu di antaranya pada anak balita, serta upaya Kemenkes yang menyalurkan 5,3 juta masker untuk melindungi masyarakat. CNBC Indonesia menyoroti kondisi langit Jakarta yang berkabut abu‑abu, menandakan penyebaran asap karhutla ke ibukota, dan mengutip pernyataan BMKG yang memantau kualitas udara. Sindonews melaporkan pelantikan resmi Sianturi sebagai Kepala BNPB melalui Keppres Nomor 113, menandai perubahan kepemimpinan di tengah krisis. Google News Kesehatan Indonesia mencatat penurunan 2.106 tenaga kesehatan untuk membantu penanganan dampak kebakaran, menegaskan respons medis yang terkoordinasi.
Dampak bagi pembaca
Lonjakan kasus ISPA meningkatkan beban pada fasilitas kesehatan, terutama di daerah dengan infrastruktur terbatas. Penyaluran masker dan penempatan tenaga kesehatan diharapkan menurunkan tingkat komplikasi, khususnya pada anak-anak balita. Namun, penyebaran asap ke wilayah perkotaan seperti Jakarta menimbulkan risiko tambahan bagi populasi rentan, memaksa otoritas maritim dan transportasi untuk meninjau kembali protokol perjalanan. Kebijakan penetapan karhutla sebagai bencana nasional dapat membuka akses pendanaan lebih luas, memperkuat upaya pencegahan, dan mempercepat rehabilitasi lingkungan.
Buka sumber asal: Kompilasi 7 Media (Antara Berita Terkini & Bencana, CNN Indonesia Nasional & Politik, Katadata Riset & Ekonomi)