GeeGitMEDIA
Presiden Prabowo Gelar Rapat Terbatas Bahas Penanganan Karhutla dan Tawaran Bantuan
bencana

Presiden Prabowo Gelar Rapat Terbatas Bahas Penanganan Karhutla dan Tawaran Bantuan

12 Okt 2026 • 19:10 WIB · Redaktur Desk Bencana

Pemerintah pusat bergerak cepat menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Sumatra dan Kalimantan. Pada Senin, 12 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, untuk mengevaluasi langkah-langkah penanganan serta membahas tawaran bantuan dari negara tetangga.

Waktu Rapat TerbatasSenin, 12 Oktober 2026, 16.30 WIB
Lokasi RapatIstana Merdeka, Jakarta
Redaksi BertugasRedaktur Desk Bencana

Berdasarkan himpunan laporan dari berbagai media nasional, rangkaian evaluasi penanganan karhutla ini mulai diumumkan menjelang sore hari. Berdasarkan liputan CNN Indonesia Ekonomi, pemerintah menjadwalkan rapat terbatas khusus untuk mengevaluasi penanganan di wilayah Kalimantan pada Senin, 12 Oktober 2026, pukul 16.30 WIB. Sementara itu, laporan dari Sindonews Nasional memperinci bahwa rapat terbatas tersebut dilangsungkan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin sore dengan menghadirkan sejumlah menteri kabinet. Selaras dengan hal tersebut, Katadata Riset & Ekonomi menambahkan bahwa agenda utama dalam sidang kabinet terbatas itu tidak hanya berfokus pada evaluasi domestik, tetapi juga membahas tawaran bantuan internasional dari negara-negara tetangga guna mengatasi titik api yang kian meluas di Sumatra dan Kalimantan.

Dampak bagi pembaca

Krisis kebakaran hutan dan lahan membawa dampak langsung terhadap kesehatan masyarakat akibat kabut asap, penurunan kualitas udara, serta ancaman ekologis jangka panjang di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Evaluasi cepat dan koordinasi lintas sektor yang dipimpin langsung oleh Presiden diharapkan mampu mempercepat pemadaman titik api, mengefektifkan operasi modifikasi cuaca, serta memperjelas sikap pemerintah terkait koordinasi bantuan luar negeri demi menekan dampak bencana secara maksimal.

Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (Katadata Riset & Ekonomi, Sindonews Nasional, CNN Indonesia Ekonomi)