GeeGitMEDIA
Saham VICO Seharga Rp 173 Siap Beri Dividen Menggiurkan di Tengah Proyeksi IHSG Lesu
finansial

Saham VICO Seharga Rp 173 Siap Beri Dividen Menggiurkan di Tengah Proyeksi IHSG Lesu

23 Sep 2026 • 09:10 WIB · Redaktur Desk Finansial

Berdasarkan himpunan laporan dari berbagai media ekonomi terkemuka pada Rabu, 23 September 2026, pasar modal Indonesia diramaikan oleh pengumuman dividen emiten, perubahan aturan batas bawah harga saham bursa, hingga proyeksi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diprediksi mengalami pelemahan.

Harga Saham VICORp 173
Dividen VICORp 8 per saham
Total Nilai Dividen VICORp 121,7 miliar
Dividen Interim CDIARp 1,42 per saham
Batas Bawah Baru Saham BEIRp 1 per saham
Redaksi BertugasRedaktur Desk Finansial

Liputan Kontan Investasi & Makro menyoroti pergerakan saham VICO yang berada di level harga Rp 173 per saham dan bersiap memberikan dividen tunai sebesar Rp 8 per saham dengan total nilai mencapai Rp 121,7 miliar, menawarkan *dividend yield* yang diklaim berada di atas suku bunga deposito PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Sementara itu, laporan dari CNBC Indonesia Market mencatat langkah korporasi PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) yang merupakan emiten di bawah naungan Prajogo Pangestu. CDIA dijadwalkan membagikan dividen interim sebesar Rp 1,42 per saham untuk tahun buku 2026, dengan tanggal pembayaran yang ditetapkan pada Rabu, 22 Oktober 2026. Di sisi lain, dinamika regulasi pasar turut mewarnai pemberitaan domestik. Katadata Riset & Ekonomi melaporkan bahwa Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengubah batas harga minimum saham di pasar reguler dan pasar tunai dari sebelumnya Rp 50 menjadi Rp 1 per saham, yang mulai berlaku efektif pada Senin, 28 September 2026. Kebijakan krusial ini hadir bersamaan dengan sentimen pergerakan indeks harian; merujuk pada ulasan CNN Indonesia Ekonomi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah pada perdagangan Rabu, 23 September 2026.

Dampak bagi pembaca

Bagi para investor dan pelaku pasar di Indonesia, kombinasi antara pembagian dividen menarik dari emiten seperti VICO dan CDIA memberikan angin segar di tengah proyeksi pasar yang lesu. Namun, investor tetap perlu mencermati jadwal penting seperti *cum date* dan *ex date*. Di samping itu, pemberlakuan batas bawah harga saham baru senilai Rp 1 oleh BEI menuntut kehati-hatian ekstra dalam manajemen risiko portofolio untuk menghindari volatilitas ekstrem pada saham-saham lapis ketiga.

Buka sumber asal: Kompilasi 4 Media (CNBC Indonesia Market, Katadata Riset & Ekonomi, CNN Indonesia Ekonomi)