GeeGitMEDIA
80 Negara Panik Krisis Energi Global, PBB Desak Selat Hormuz Dibuka
geopolitik

80 Negara Panik Krisis Energi Global, PBB Desak Selat Hormuz Dibuka

26 Sep 2026 • 15:10 WIB · Redaktur Desk Geopolitik

Sabtu, 26 September 2026, PBB menggelar sidang darurat setelah 80 negara mengeluarkan alarm krisis energi global yang dipicu penutupan sebagian Selat Hormuz oleh Iran dan milisi Houthi. Tekanan ini memperparah ketegangan antara Tehran dan Amerika Serikat, di mana Presiden Iran Masoud Pezeshkian menolak pertemuan dengan Presiden Donald Trump, sementara Trump menghadapi penolakan publik tertinggi menjelang pemilu sela. PBB menuntut pembukaan selat demi stabilitas pasokan minyak dunia.

Negara yang mengeluarkan alarm krisis energi80 negara
Persentase penolakan publik terhadap Trump (CNN/SSRS)51 %
Redaksi BertugasRedaktur Desk Geopolitik

Menurut laporan Sindonews Ekonomi & Bisnis, para delegasi PBB menyoroti bahwa penutupan Selat Hormuz dapat memotong lebih dari 20 persen aliran minyak dunia, memicu kepanikan di pasar energi dan memaksa 80 negara mengeluarkan pernyataan darurat. CNN Indonesia Internasional menambahkan bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan penolakannya untuk bertemu Presiden AS Donald Trump selagi Gedung Putih terus mengancam Tehran dengan sanksi baru, menambah ketidakpastian diplomatik. Republika News mencatat bahwa Trump sedang menghadapi tingkat penolakan publik tertinggi, 51 persen responden dalam jajak pendapat CNN/SSRS menyatakan sangat tidak setuju dengan kebijakannya menjelang pemilu sela November 2026. Sementara itu, Al Jazeera World Affairs melaporkan pernyataan pejabat AS, Tommy Pigott, yang menyatakan Trump "memegang semua kartu" dalam negosiasi dengan Tehran, menegaskan posisi Washington yang tetap keras meski tekanan internasional meningkat. Perbedaan sudut pandang ini menyoroti dinamika politik yang memengaruhi keputusan energi global.

Dampak bagi pembaca

Jika Selat Hormuz tetap tertutup, harga minyak mentah diproyeksi naik tajam, memperburuk inflasi energi di negara‑negara importir dan meningkatkan risiko gangguan suplai listrik. Negara‑negara konsumen diperkirakan akan mempercepat diversifikasi sumber energi, termasuk gas cair dan energi terbarukan. PBB dan badan maritim diharapkan mengeluarkan pedoman keamanan pelayaran serta mendorong dialog diplomatik antara Iran, Amerika Serikat, dan pihak terkait untuk membuka jalur pelayaran secepatnya.

Buka sumber asal: Kompilasi 4 Media (CNN Indonesia Internasional, Republika News, Al Jazeera World Affairs)