IHSG Tertekan 3,09% Sepekan di Tengah Isu Danantara dan Pelemahan Pasar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang cukup signifikan sepanjang pekan perdagangan yang berakhir pada Jumat, 25 September 2026, di mana bursa domestik diwarnai oleh dinamika pelemahan indeks serta perkembangan regulasi seputar rencana pembelian saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan laporan Kontan Investasi & Makro, tekanan jual masih membayangi perdagangan saham di BEI hingga akhir pekan, dengan catatan bahwa IHSG melemah sebesar 3,09% sepanjang perdagangan sepekan. Liputan dari CNBC Indonesia Market merinci lebih lanjut situasi pada penutupan perdagangan Jumat, 25 September 2026, di mana IHSG ditutup melemah 0,82% ke level 6.247,07, dengan sektor pendidikan dan industri yang disebut menjadi penyebab utama beban pelemahan tersebut. Sementara itu, Sindonews Ekonomi & Bisnis menyoroti perkembangan lain di luar pergerakan indeks, yakni terkait rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia untuk membeli saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Menanggapi hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa pihaknya belum menerima pengajuan resmi dari berbagai pihak, serta menegaskan bahwa kepemilikan saham di bawah 5% tidak memerlukan persetujuan khusus.
Dampak bagi pembaca
Pelemahan IHSG yang mencapai 3,09% sepekan memberikan sentimen negatif bagi para investor ritel maupun institusional di pasar modal Indonesia, menuntut adanya kehati-hatian dalam manajemen portofolio dan mitigasi risiko terhadap sektor-sektor penekan. Di sisi korporasi dan regulasi, kejelasan mengenai aturan kepemilikan saham bursa seperti yang disampaikan OJK menjadi acuan penting bagi tata kelola investasi strategis ke depan.
Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (Kontan Investasi & Makro, Sindonews Ekonomi & Bisnis, CNBC Indonesia Market)