GeeGitMEDIA
Pemerintah Gerak Cepat Jaga Stabilitas Rupiah, IHSG Naik 4,9% dan Emas Antam Stabil
finansial

Pemerintah Gerak Cepat Jaga Stabilitas Rupiah, IHSG Naik 4,9% dan Emas Antam Stabil

26 Okt 2026 • 01:10 WIB · Redaktur Desk Finansial

Jakarta, 25 Oktober 2026 – Pemerintah Indonesia mengambil langkah cepat untuk menahan pelemahan nilai tukar rupiah yang kini berada di Rp 18.107,8 per dolar AS (naik 0,18%). Sementara itu, indeks saham utama (IHSG) menunjukkan kenaikan 4,9% selama pekan 19–23 Oktober, dan harga emas Antam tetap stabil di Rp 2,54 juta per gram meski harga emas dunia turun 4,14% dalam seminggu. Kebijakan ini diharapkan menenangkan pasar keuangan dan melindungi daya beli masyarakat.

Kurs USD/IDR18.107,8 IDR per USD
Perubahan Kurs+0,18 %
IHSG (minggu 19–23 Okt 2026)+4,9 %
Harga Emas AntamRp 2,54 juta per gram
Redaksi BertugasRedaktur Desk Finansial

Berdasarkan laporan Sindonews Ekonomi & Bisnis, pelaku pasar memperkirakan IHSG akan bergerak terbatas pada perdagangan pekan depan, dengan fokus pada laporan keuangan emiten perbankan besar. Perspektif ini kontras dengan data Katadata Riset & Ekonomi yang mencatat IHSG menguat 4,9% pada pekan yang sama, didorong oleh saham perbankan seperti BMRI, BBRI, dan BREN. Kontan Investasi & Makro menyoroti penurunan harga emas dunia sebesar 4,14% dalam seminggu, namun menegaskan bahwa emas Antam tetap stabil di level Rp 2,54 juta per gram, menandakan permintaan domestik yang kuat. Sementara itu, Google News menyoroti aksi pemerintah yang dipercepat pada 24 Oktober 2026 untuk menjaga stabilitas rupiah, mengingat nilai tukar USD/IDR yang kini berada di 18.107,8 dengan kenaikan tipis 0,18%. Kombinasi data tersebut menunjukkan dinamika pasar yang beragam: indeks saham menguat berkat dukungan sektor perbankan, harga emas domestik tetap stabil meski pasar global melemah, dan kebijakan moneter serta fiskal pemerintah diarahkan untuk menahan laju depresiasi rupiah.

Dampak bagi pembaca

Kenaikan IHSG memberi sinyal positif bagi investor institusional dan ritel, terutama yang menaruh dana di saham perbankan. Stabilitas harga emas Antam dapat menahan tekanan inflasi pada barang konsumsi berbasis logam mulia. Di sisi lain, sedikit pelemahan rupiah menambah beban impor, sehingga kebijakan pemerintah diharapkan memperkuat cadangan devisa dan mengurangi volatilitas nilai tukar. Konsumen diharapkan tetap merasakan kestabilan harga barang kebutuhan pokok, sementara pelaku pasar harus memantau perkembangan kurs USD/IDR dan kebijakan moneter selanjutnya.

Buka sumber asal: Kompilasi 4 Media (Sindonews Ekonomi & Bisnis, Kontan Investasi & Makro, Katadata Riset & Ekonomi)