IHSG Berpeluang Rebound Terbatas Kamis Ini di Tengah Penantian Keputusan The Fed
Berdasarkan himpunan data dari berbagai media nasional pada Rabu, 28 Oktober 2026 sore, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dari tekanan fluktuasi pasar dan ditutup di zona hijau pada level 5.282, mengawali pergerakan menuju perdagangan hari Kamis (29/10/2026) dengan proyeksi penguatan yang cenderung terbatas seiring sikap hati-hati pelaku pasar.
Liputan dari Sindonews Ekonomi & Bisnis serta CNN Indonesia Ekonomi mencatat bahwa IHSG pada penutupan perdagangan Rabu, 28 Oktober 2026, sukses berbalik menguat tipis sebesar 16,18 poin atau setara dengan 0,31% ke level 5.282. Sementara itu, CNBC Indonesia Market menambahkan bahwa pergerakan indeks sempat mengalami fluktuasi sebelum akhirnya mantap parkir di teritori positif pada level 5.282,31. Lebih lanjut, Katadata Riset & Ekonomi merinci bahwa pemulihan indeks domestik tersebut sangat ditopang oleh lonjakan pada saham-saham berkapitalisasi besar, di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang melesat signifikan sebesar 7,65% hingga mencapai level 5.275, serta sokongan dari saham ASII. Menatap perdagangan selanjutnya pada Kamis, 29 Oktober 2026, laporan dari Kontan Investasi & Makro memproyeksikan bahwa IHSG masih berpeluang melanjutkan tren penguatan, meskipun ruang geraknya diperkirakan bakal terbatas. Kondisi pergerakan pasar yang hati-hati ini tidak terlepas dari faktor eksternal global. Pelaku pasar di bursa domestik kini terpantau tengah menanti dan mencermati perkembangan serta kepastian keputusan suku bunga dari bank sentral Amerika Serikat, The Fed, yang menjadi sentimen penentu arah aliran modal asing berikutnya.
Dampak bagi pembaca
Bagi para investor dan pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia, situasi rebound terbatas ini menuntut strategi portofolio yang lebih selektif, khususnya pada saham-saham lapis pertama (blue chip) yang terbukti menjadi penopang utama indeks. Investor diimbau untuk tetap mencermati rilis kebijakan suku bunga The Fed guna mengantisipasi potensi volatilitas lanjutan pada pergerakan nilai tukar rupiah dan pasar saham domestik dalam jangka pendek.
Buka sumber asal: Kompilasi 5 Media (Kontan Investasi & Makro, Sindonews Ekonomi & Bisnis, Katadata Riset & Ekonomi)