GeeGitMEDIA
IHSG Anjlok 3,49% ke 5.098,06 di Tengah Tekanan Pasar dan Kinerja Emiten
finansial

IHSG Anjlok 3,49% ke 5.098,06 di Tengah Tekanan Pasar dan Kinerja Emiten

30 Okt 2026 • 09:10 WIB · Redaktur Desk Finansial

Pasar keuangan domestik diguncang tekanan signifikan pada perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan anjlok 3,49% ke level 5.098,06 seiring aksi jual bersih (net sell) investor asing serta dinamika kinerja sejumlah emiten besar.

Penurunan IHSG3,49%
Level Akhir IHSG5.098,06
Asing Net SellRp1,52 triliun
Laba Bersih GOTORp1,16 triliun
Laba Bersih BDMNRp3,5 triliun
Sanksi Denda OJKRp2,1 triliun
Redaksi BertugasRedaktur Desk Finansial

Berdasarkan laporan dari berbagai media ekonomi terkemuka, koreksi tajam yang dialami IHSG turut diwarnai oleh beragam kinerja fundamental emiten di tanah air. Berdasarkan liputan CNBC Indonesia Market, penurunan IHSG hingga 3,49% ke posisi 5.098,06 disertai dengan aksi jual bersih investor asing mencapai Rp1,52 triliun, di mana sektor Industrial menjadi salah satu yang paling tertekan dengan pelemahan mencapai 4,64%. Sementara itu, Detik Finance mencatat bahwa di tengah tekanan pasar tersebut, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencetak kinerja positif dengan raihan laba bersih sebesar Rp1,16 triliun hingga September 2026, seperti yang juga dikonfirmasi oleh Kontan Investasi & Makro. Di sisi perbankan dan emiten lainnya, Katadata Riset & Ekonomi melaporkan bahwa PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan pertumbuhan laba bersih konsolidasian sebesar 19% menjadi Rp3,5 triliun sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026. Dinamika pasar juga diwarnai oleh perkembangan regulasi dan hukum, di mana CNN Indonesia Ekonomi melaporkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerima setoran denda senilai Rp2,1 triliun dari pihak-pihak yang terkena sanksi terkait praktik manipulasi saham emiten DSSA, BREN, dan CUAN.

Dampak bagi pembaca

Tekanan masif pada IHSG dan aksi jual asing yang signifikan memberikan sentimen negatif bagi kepercayaan investor ritel maupun institusional di pasar modal domestik. Pelaku pasar diimbau untuk tetap mencermati fundamental emiten secara cermat, diversifikasi portofolio, serta mewaspadai volatilitas sektor industri dan keuangan guna memitigasi risiko kerugian lebih lanjut.

Buka sumber asal: Kompilasi 5 Media (Kontan Investasi & Makro, Detik Finance, CNBC Indonesia Market)