GeeGitMEDIA
IHSG Rebound ke 4.919 dan Asing Masuk Bursa, SBN Jadi Primadona
finansial

IHSG Rebound ke 4.919 dan Asing Masuk Bursa, SBN Jadi Primadona

05 Nov 2026 • 07:10 WIB · Redaktur Desk Finansial

Berdasarkan laporan Kontan Investasi & Makro, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,31% atau naik 15 poin ke level 4.919,76 pada penutupan perdagangan Rabu, 4 November 2026. Di sisi lain, liputan CNBC Indonesia Market menyoroti derasnya aliran modal asing yang masuk mencapai Rp126 triliun, dengan Surat Berharga Negara (SBN) dan SRBI menjadi instrumen primadona bagi investor asing di pasar keuangan domestik.

Level IHSG4.919,76
Kenaikan IHSG0,31% (15 poin)
Aliran Modal AsingRp126 triliun
Redaksi BertugasRedaktur Desk Finansial

Pergerakan pasar modal Indonesia menunjukkan dinamika positif di tengah ketidakpastian global yang masih membayangi sektor finansial. Berdasarkan laporan Kontan Investasi & Makro, pemulihan atau rebound tipis yang dialami IHSG pada Rabu, 4 November 2026, membawa indeks kembali bertengger di level 4.919,76 setelah menguat 15 poin dari sesi sebelumnya. Kenaikan ini memberikan angin segar bagi para pelaku pasar yang memantau pergerakan saham harian. Sementara itu, liputan terpisah dari CNBC Indonesia Market pada hari yang sama pukul 16.20 WIB mengungkap fenomena menarik terkait aliran dana dari luar negeri. Tercatat adanya aliran modal asing masuk sebesar Rp126 triliun ke pasar keuangan domestik. Dalam gelombang masuk tersebut, instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) terbukti menjadi primadona utama yang paling diminati oleh investor global untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Dampak bagi pembaca

Kembalinya aliran modal asing dalam jumlah besar ke instrumen SBN, SRBI, serta pergerakan positif IHSG memberikan dampak penguatan likuiditas di pasar keuangan domestik dan menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah. Bagi investor dan pelaku industri keuangan, kondisi ini menunjukkan kepercayaan yang masih terjaga terhadap fundamental ekonomi makro Indonesia. Kendati demikian, para investor tetap diimbau untuk mewaspadai volatilitas global jangka pendek dan melakukan diversifikasi portofolio secara terukur guna mengantisipasi perubahan sentimen pasar yang dinamis.

Buka sumber asal: Kompilasi 2 Media (Kontan Investasi & Makro, CNBC Indonesia Market)