GeeGitMEDIA
Cadangan Devisa RI Naik Tipis Jadi US$146,8 Miliar pada Oktober 2026
finansial

Cadangan Devisa RI Naik Tipis Jadi US$146,8 Miliar pada Oktober 2026

06 Nov 2026 • 13:10 WIB · Redaktur Desk Finansial

Bank Indonesia (BI) resmi merilis data posisi cadangan devisa nasional yang menunjukkan tren positif pada penutupan bulan kesepuluh tahun ini. Berdasarkan laporan gabungan dari berbagai media nasional pada Jumat, 6 November 2026, ketahanan sektor eksternal Indonesia terpelihara dengan baik di tengah dinamika pasar keuangan global yang terus berfluktuasi.

Cadangan Devisa Oktober 2026US$146,8 Miliar
Kurs USD/IDRRp18.069,45
Perubahan Harian USD-0,33%
Redaksi BertugasRedaktur Desk Finansial

Berdasarkan laporan Kantor Berita Antara pada Jumat, 6 November 2026, pukul 13.02 WIB, Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2026 tetap terjaga kukuh pada level 146,8 miliar dolar AS. Angka ini menunjukkan kesinambungan kebijakan moneter yang ditempuh otoritas fiskal dan moneter dalam menjaga stabilitas makroekonomi. Sementara itu, liputan mendalam dari CNBC Indonesia Market pada hari yang sama pukul 10.19 WIB menyoroti bahwa capaian US$146,8 miliar tersebut merefleksikan kenaikan tipis jika dibandingkan dengan posisi pada bulan sebelumnya. Peningkatan ini dinilai para pengamat pasar memberikan sokongan fundamental yang kuat bagi ketahanan sektor eksternal sekaligus berperan penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah tekanan global. Sebagai bentuk konfirmasi atas kondisi pasar keuangan domestik, data telemetri finansial terkini mencatat nilai tukar Dolar AS (USD) terhadap Rupiah berada pada level Rp18.069,45 dengan persentase perubahan harian tercatat melemah sebesar -0,33 persen. Keberadaan cadangan devisa yang memadai ini menjadi instrumen vital bagi Bank Indonesia dalam melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar di pasar valuta asing.

Dampak bagi pembaca

Posisi cadangan devisa yang menembus angka US$146,8 miliar memberikan bantalan yang kokoh bagi ketahanan ekonomi nasional terhadap gejolak eksternal, termasuk volatilitas nilai tukar Dolar AS. Bagi dunia usaha dan investor, stabilitas ini menumbuhkan kepercayaan diri dalam menjalankan ekspansi bisnis serta perencanaan impor bahan baku. Pemerintah dan Bank Indonesia tetap perlu mewaspadai dinamika geopolitik global dan arah kebijakan suku bunga negara maju guna memastikan kecukupan cadangan devisa tetap selaras dengan kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kestabilan makroekonomi.

Buka sumber asal: Kompilasi 2 Media (Antara Berita Terkini & Bencana, CNBC Indonesia Market)