GeeGitMEDIA
Lebih dari 100.000 Orang Mengungsi Akibat Kekerasan di Yaman
geopolitik

Lebih dari 100.000 Orang Mengungsi Akibat Kekerasan di Yaman

16 Sep 2026 • 02:40 WIB · Redaktur Desk Geopolitik

Ribuan warga Yaman melarikan diri dari konflik antara pemerintah Yaman dan kelompok Houthi sejak pertengahan September 2026, menempuh perjalanan laut berisiko menuju Djibouti; menurut laporan Al Jazeera World Affairs pada Rabu, 16 September 2026, dan UN News pada Selasa, 15 September 2026, hampir 100.000 orang telah mengungsi akibat peningkatan kekerasan dan terhambatnya bantuan kemanusiaan.

Jumlah Pengungsilebih dari 100.000 orang
Tanggal Laporan TerakhirRabu, 16 September 2026
Redaksi BertugasRedaktur Desk Geopolitik

Berdasarkan laporan Al Jazeera World Affairs, ribuan orang Yaman memilih menyeberang laut ke Djibouti sebagai upaya terakhir menghindari pertempuran yang semakin intensif antara pasukan pemerintah dan Houthi. Laporan tersebut menekankan risiko tinggi perjalanan maritim, termasuk bahaya kapal yang tidak layak dan potensi serangan. Sementara itu, UN News menyoroti bahwa agen-agen PBB mencatat hampir 100.000 orang terpaksa mengungsi sejak konflik memuncak awal bulan ini, sekaligus menegaskan bahwa jalur bantuan kemanusiaan kini terhambat. Kedua sumber sepakat bahwa peningkatan kekerasan telah memicu krisis pengungsian baru, namun Al Jazeera lebih menekankan aspek migrasi laut, sedangkan UN News menekankan dampak pada distribusi bantuan. Tidak ada data telemetri resmi yang tersedia untuk mengkonfirmasi angka secara terpisah, sehingga angka yang dilaporkan tetap mengacu pada pernyataan kedua media tersebut.

Dampak bagi pembaca

Krisis pengungsian ini menambah beban kemanusiaan bagi Yaman dan negara tetangga Djibouti, yang harus menyiapkan fasilitas penampungan, makanan, dan layanan kesehatan bagi ribuan pengungsi baru. Penutupan jalur bantuan memperparah kelaparan dan kekurangan layanan medis di wilayah konflik. PBB dan organisasi non‑pemerintah menyerukan peningkatan akses bantuan serta perlindungan bagi kapal pengungsi, sementara komunitas internasional diimbau untuk menekan semua pihak agar menghentikan serangan terhadap infrastruktur kemanusiaan.

Buka sumber asal: Kompilasi 2 Media (Al Jazeera World Affairs, UN News (Perserikatan Bangsa-Bangsa))