GeeGitMEDIA
541.000 Anak Gaza Kembali ke Sekolah di Tenda dan Puing
geopolitik

541.000 Anak Gaza Kembali ke Sekolah di Tenda dan Puing

20 Sep 2026 • 21:20 WIB · Redaktur Desk Geopolitik

Pada Sabtu, 19 September 2026, sekitar 541.000 anak di Jalur Gaza kembali ke bangku sekolah meski harus belajar di tenda dan bangunan yang hancur akibat gempuran Israel, menandai dimulainya tahun ajaran baru setelah hampir tiga tahun pendidikan mereka terhenti.

Jumlah Siswa541.000 siswa
Tanggal Mulai Tahun Ajaran19 September 2026
Redaksi BertugasRedaktur Desk Geopolitik

Berdasarkan laporan CNBC Indonesia Market, ratusan ribu anak Gaza kembali ke sekolah setelah hampir tiga tahun pendidikan mereka terganggu perang, dengan 541.000 siswa belajar di tenda serta puing-puing bangunan. Sementara itu, laporan CNN Indonesia Internasional menekankan bahwa para siswa memulai tahun ajaran baru pada Sabtu (19/9) meski harus menempuh proses belajar di struktur yang rusak akibat gempuran Israel. Kedua media sepakat bahwa kondisi belajar tetap sangat terbatas, namun menyoroti semangat warga Gaza untuk melanjutkan pendidikan meski berada dalam situasi konflik yang berkepanjangan. Tidak ada data telemetri resmi yang tersedia untuk mengonfirmasi angka tersebut, sehingga angka 541.000 siswa diambil secara eksklusif dari pernyataan kedua outlet. Kedua laporan juga menyinggung bahwa fasilitas pendidikan sementara dibangun oleh organisasi kemanusiaan dan komunitas lokal, dengan tenda-tenda yang dipasang di area yang relatif aman namun tetap berada dalam zona konflik. Perbedaan utama terletak pada penekanan: CNBC menyoroti besarnya jumlah siswa, sementara CNN lebih menekankan pada kondisi fisik bangunan yang rusak.

Dampak bagi pembaca

Kembalinya anak-anak ke sekolah, meski dalam kondisi darurat, memberikan harapan bagi pemulihan sosial dan psikologis di Gaza. Pendidikan menjadi faktor penting dalam mengurangi dampak jangka panjang konflik terhadap generasi muda, sekaligus menurunkan risiko rekrutmen anak oleh kelompok bersenjata. Namun, belajar di tenda dan puing meningkatkan risiko kesehatan, terutama terkait sanitasi dan keamanan struktural. Organisasi kemanusiaan dan lembaga internasional diperkirakan akan meningkatkan bantuan berupa bahan bangunan, peralatan belajar, dan tenaga pengajar sukarela untuk memperbaiki kualitas pendidikan sementara. Pemerintah Palestina dan otoritas Israel juga diharapkan memperkuat zona aman bagi sekolah guna mencegah gangguan lebih lanjut.

Buka sumber asal: Kompilasi 2 Media (CNBC Indonesia Market, CNN Indonesia Internasional)