GeeGitMEDIA
IHSG Dibuka Menguat Jumat Pagi Ditopang Ratusan Saham dan Lonjakan Batu Bara
finansial

IHSG Dibuka Menguat Jumat Pagi Ditopang Ratusan Saham dan Lonjakan Batu Bara

18 Sep 2026 • 10:20 WIB · Redaktur Desk Finansial

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada pembukaan perdagangan Jumat, 18 September 2026 pagi, didorong oleh kenaikan ratusan saham serta lonjakan sektor energi, di tengah catatan inflasi domestik yang berada di level 3,19 persen secara tahunan.

IHSG Sesi Pagi6.505,31 (+0,66%)
Inflasi Tahunan (BPS)3,19 Persen
Redaksi BertugasRedaktur Desk Finansial

Berdasarkan laporan dari berbagai media, pergerakan awal bursa saham domestik menunjukkan tren positif. Liputan CNN Indonesia Ekonomi mencatat bahwa IHSG sempat dibuka melemah sebelum akhirnya menanjak naik sebesar 38,61 poin atau 0,60 persen ke level 6.501, yang ditopang oleh penguatan 250 saham pada Jumat, 18 September 2026, pukul 09.25 WIB. Sementara itu, data dari Kontan Investasi & Makro menunjukkan bahwa pada pukul 09.05 WIB, IHSG menguat 42,88 poin atau 0,66 persen ke level 6.505,31 dengan jajaran saham seperti MAPI, HRTA, dan MBMA menduduki posisi top gainers di kelompok LQ45. Di sisi lain, CNBC Indonesia Market melaporkan penguatan yang lebih tinggi yakni sebesar 0,76 persen pada pukul 09.03 WIB, yang didorong oleh lonjakan signifikan pada saham-saham sektor batu bara, khususnya emiten BYAN. Pergerakan positif pasar keuangan ini juga mendapat konfirmasi konteks makroekonomi dari Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan data resmi BPS, tingkat inflasi year-on-year (y-on-y) pada Agustus 2026 tercatat sebesar 3,19 persen, memberikan gambaran stabilitas harga secara umum saat pasar saham dibuka menguat.

Dampak bagi pembaca

Penguatan IHSG pada sesi pagi memberikan sentimen positif bagi para pelaku pasar dan investor ritel maupun institusional untuk kembali melakukan akumulasi beli, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar dan sektor energi. Kendati demikian, investor tetap perlu mencermati dinamika makroekonomi domestik, termasuk angka inflasi 3,19 persen dan volatilitas komoditas global, guna mengantisipasi potensi fluktuasi lanjutan menjelang penutupan sesi perdagangan pekan ini.

Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (CNN Indonesia Ekonomi, Kontan Investasi & Makro, CNBC Indonesia Market)