GeeGitMEDIA
IHSG Anjlok 11,57% Usai MSCI, Proyeksi Dana Asing US$3 Miliar
finansial

IHSG Anjlok 11,57% Usai MSCI, Proyeksi Dana Asing US$3 Miliar

16 Okt 2026 • 21:10 WIB · Redaktur Desk Finansial

Jumat, 16 Oktober 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam 11,57 persen menjadi 5.185,11 poin setelah MSCI mengumumkan rencana reklasifikasi pasar Indonesia menjadi Standalone Market. Penurunan ini memicu proyeksi Mirae Asset bahwa dana asing dapat keluar hingga US$3 miliar. Penurunan terjadi pada sesi sore BEI, memengaruhi likuiditas pasar dan menimbulkan kekhawatiran bagi investor domestik serta lembaga keuangan.

Penurunan IHSG11,57 % ke 5.185,11 poin
Proyeksi dana asing keluarUS$3 miliar
Redaksi BertugasRedaktur Desk Finansial

Berdasarkan laporan CNN Indonesia, IHSG terseret 11,57 persen ke level 5.185 pada perdagangan Jumat sore, sejalan dengan data yang dikutip Detik Finance yang menegaskan angka penutupan yang sama. CNBC Indonesia menambahkan bahwa penurunan mencapai hampir 11 persen dan menyoroti respons Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bursa Efek Indonesia (BEI) yang tengah merumuskan reformasi pasar modal untuk menstabilkan sentimen. Sementara itu, Sindonews menyoroti pandangan CEO Danantara, Rosan Roeslani, yang menyebut penurunan tersebut sebagai momentum bagi investor untuk masuk kembali ke pasar saham Indonesia. Kontan Keuangan menyoroti dampak penurunan harga saham PGUN dan JARR yang dijadikan agunan kredit oleh Bank Mandiri kepada Jhonlin Group, menimbulkan risiko pada neraca bank. Katadata melaporkan bahwa BEI meminta penjelasan resmi dari Bank Mandiri terkait penggunaan saham tersebut sebagai agunan, menandakan pengawasan regulator yang lebih ketat. Proyeksi Mirae Asset, yang menyebut potensi aliran keluar dana asing mencapai US$3 miliar, menambah tekanan pada pasar. Jika realisasi, arus keluar tersebut dapat memperlebar spread likuiditas dan menurunkan valuasi saham secara umum, memaksa investor institusional untuk menyesuaikan alokasi portofolio mereka.

Dampak bagi pembaca

Penurunan IHSG yang signifikan menurunkan kepercayaan investor domestik dan meningkatkan risiko kredit bagi bank yang menggunakan saham volatile sebagai agunan. Regulasi OJK dan BEI yang lebih ketat dapat memperketat pemberian kredit berbasis saham, sementara proyeksi dana asing keluar menuntut kebijakan fiskal dan moneter yang mendukung stabilitas pasar. Investor disarankan meninjau kembali eksposur mereka, memperkuat diversifikasi, dan memantau kebijakan reformasi pasar modal yang akan datang.

Buka sumber asal: Kompilasi 6 Media (Sindonews Ekonomi & Bisnis, CNN Indonesia Ekonomi, Kontan Keuangan)