GeeGitMEDIA
Eropa Murka, Iran Kritis, Israel Dukung: Kebijakan Trump Bikin Sekutu Bergolak
geopolitik

Eropa Murka, Iran Kritis, Israel Dukung: Kebijakan Trump Bikin Sekutu Bergolak

19 Okt 2026 • 15:10 WIB · Redaktur Desk Geopolitik

Pada Senin, 19 Oktober 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melonggarkan sanksi energi terhadap Rusia dalam kesepakatan BBM yang menimbulkan gelombang protes dari tiga sekutu utama: pemimpin Eropa menolak langkah itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ingin menyeret AS ke konflik lain, dan sekaligus Trump secara terbuka mendukung Netanyahu dalam pemilihan Israel. Keputusan tersebut diumumkan lewat perintah eksekutif di Washington, sementara reaksi kritis muncul dari ibu kota Brussels, Tehran, dan media internasional pada siang hari yang sama.

Pernyataan kritis2 pernyataan
Pernyataan dukungan1 pernyataan
Redaksi BertugasRedaktur Desk Geopolitik

Berdasarkan laporan Republika News, para kepala negara dan pejabat Uni Eropa serta Ukraina secara tegas menolak pelonggaran sanksi energi yang diberikan Trump kepada Rusia, menilai kebijakan itu mengancam keamanan energi Eropa dan melanggar solidaritas Barat. Laporan tersebut menyoroti pernyataan keras dari Komisaris Energi Uni Eropa yang menuntut peninjauan kembali kebijakan tersebut. Sementara itu, CNN Indonesia Internasional menyoroti pernyataan Menlu Iran Abbas Araghchi yang menuduh Benjamin Netanyahu berupaya menarik Amerika Serikat ke perang lain agar ia terhindar dari penahanan. Araghchi menyebut hal itu sebagai upaya politik yang berbahaya dan menambah ketegangan di Timur Tengah. Al Jazeera World Affairs melaporkan bahwa pada pukul 12.10 WIB, Trump secara terbuka mengendors Netanyahu untuk pemilihan legislatif Israel, menandai dukungan pribadi yang jarang terlihat dari presiden AS terhadap kandidat luar negeri. Laporan Al Jazeera menekankan bahwa langkah ini menimbulkan kebingungan di antara sekutu Barat, mengingat sikap kritis Eropa dan Iran terhadap kebijakan energi AS.

Dampak bagi pembaca

Ketiga pernyataan tersebut memperlihatkan retakan dalam aliansi tradisional Amerika Serikat. Penolakan Eropa dapat memicu peninjauan kembali kerjasama NATO dalam bidang energi, sementara tudingan Iran meningkatkan risiko eskalasi militer di Timur Tengah. Dukungan Trump terhadap Netanyahu menambah dimensi politik domestik Israel yang dapat memengaruhi dinamika pemilu dan hubungan Israel‑AS. Secara keseluruhan, kebijakan energi dan diplomasi Trump berpotensi menurunkan kepercayaan sekutu, memaksa Washington untuk menyeimbangkan antara agenda energi dan stabilitas geopolitik.

Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (Republika News, CNN Indonesia Internasional, Al Jazeera World Affairs)