Deretan Emiten Boy Thohir dan Andry Hakim Bersiap Gelar Aksi Korporasi Rights Issue
Pada Senin, 14 September 2026, pasar modal Indonesia diramaikan oleh rencana aksi korporasi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue yang melibatkan empat emiten, termasuk korporasi di bawah kepemimpinan Boy Thohir dan Andry Hakim.
Berdasarkan laporan Kontan Investasi & Makro yang dirilis pada Senin, 14 September 2026, pukul 07.57 WIB, sebanyak empat emiten dijadwalkan melangsungkan rights issue. Liputan tersebut menyoroti pentingnya mencermati rekomendasi analis, target harga saham, serta potensi risiko dilusi bagi pemegang saham eksisting. Sementara itu, kajian terpisah dari Katadata Riset & Ekonomi pada Senin, 14 September 2026, pukul 07.02 WIB, mengonfirmasi bahwa sejumlah emiten termasuk MGLV, BUVA, hingga CBRE tengah berlomba menggalang dana segar triliunan rupiah melalui mekanisme serupa. Kedua media sepakat bahwa aksi korporasi ini bertujuan memperkuat struktur permodalan perusahaan, namun investor tetap perlu melakukan analisis fundamental yang mendalam sebelum menentukan pilihan emiten yang layak dibeli.
Dampak bagi pembaca
Bagi para investor dan pelaku pasar modal, gelombang rights issue bernilai triliun rupiah ini membawa implikasi ganda. Di satu sisi, langkah ini berpotensi memperbaiki kinerja keuangan emiten jangka panjang. Di sisi lain, investor ritel harus mewaspadai risiko dilusi kepemilikan saham jika tidak mengeksekusi hak memesan efek terlebih dahulu. Langkah mitigasi yang disarankan adalah memantau rasio harga terhadap target dari analis independen serta menghitung kesiapan modal sebelum berpartisipasi.
Buka sumber asal: Kompilasi 2 Media (Kontan Investasi & Makro, Katadata Riset & Ekonomi)