GeeGitMEDIA
Netanyahu Tuduh Qatar Danai Media Bohong Israel, Demonstran Tahan di PBB
geopolitik

Netanyahu Tuduh Qatar Danai Media Bohong Israel, Demonstran Tahan di PBB

25 Sep 2026 • 13:10 WIB · Redaktur Desk Geopolitik

Pada Jumat, 25 September 2026, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Qatar mendanai media yang menyebarkan kebohongan tentang Israel saat menyampaikan pidato di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Sementara itu, sekitar 100 demonstran, termasuk aktris Hannah Einbinder dan Susan Sarandon, ditangkap oleh polisi New York setelah memprotes pidato tersebut. Tuduhan Netanyahu, aksi protes, dan penahanan berlangsung bersamaan dalam sidang PBB yang juga dihadiri oleh pemimpin dunia seperti Perdana Menteri Barbados Mia Mottley.

Jumlah demonstran yang ditahan≈100 orang
Redaksi BertugasRedaktur Desk Geopolitik

Berdasarkan laporan CNN Indonesia Internasional, Netanyahu secara tegas menuduh Qatar "menggelontorkan dana untuk media yang menyebarkan kebohongan soal Israel" selama pidatonya di PBB. Foreign Policy Dispatch menambahkan bahwa Netanyahu membela tindakan Israel di Gaza dan Iran sekaligus melontarkan kritik tajam kepada pihak yang dianggap mendukung narasi anti‑Israel. Al Jazeera World Affairs melaporkan bahwa kelompok hak asasi menuduh PBB menjadi tuan rumah seorang "penjahat perang" ketika delegasi berjalan keluar saat Netanyahu berbicara, menyoroti ketegangan diplomatik yang memuncak. Di sisi lain, Republika News mencatat bahwa sekitar 100 demonstran, termasuk aktris Hannah Einbinder dan Susan Sarandon, ditahan oleh polisi New York City saat mereka memprotes pidato Netanyahu di PBB. Al Jazeera World Affairs juga menyoroti penangkapan tersebut, menekankan bahwa aksi protes tersebut menambah kerumitan suasana sidang PBB yang sudah tegang. Penahanan ini menegaskan bahwa aksi demonstrasi di luar gedung PBB berujung pada intervensi aparat keamanan setempat. Sementara fokus utama tertuju pada tuduhan Israel‑Qatar, sidang PBB juga menampung pidato Perdana Menteri Barbados Mia Mottley yang menyerukan reformasi institusi internasional dan pemanfaatan teknologi serta kekayaan global untuk kepentingan semua negara. UN News menyoroti seruan Mottley tersebut, menambah dimensi diplomatik lain dalam pertemuan yang sama, meskipun tidak secara langsung terkait dengan konflik Israel‑Qatar.

Dampak bagi pembaca

Tuduhan Netanyahu terhadap Qatar dapat memperburuk hubungan diplomatik antara Israel dan negara-negara Teluk, serta menambah tekanan pada media internasional yang meliput konflik di wilayah tersebut. Penangkapan demonstran di New York menimbulkan pertanyaan tentang kebebasan berekspresi dan penanganan protes di luar gedung PBB, yang berpotensi memicu respons serupa di forum internasional lain. Sementara itu, seruan Mia Mottley untuk reformasi PBB menyoroti kebutuhan akan mekanisme yang lebih transparan dalam menangani tuduhan propaganda dan penyebaran informasi palsu, yang dapat mempengaruhi kebijakan luar negeri negara‑negara anggota di masa mendatang.

Buka sumber asal: Kompilasi 5 Media (Republika News, Al Jazeera World Affairs, CNN Indonesia Internasional)