GeeGitMEDIA
IHSG Diprediksi Sideways Jelang Pemberlakuan Batas Harga Saham Rp 1 dan IPO Baru
finansial

IHSG Diprediksi Sideways Jelang Pemberlakuan Batas Harga Saham Rp 1 dan IPO Baru

27 Sep 2026 • 13:10 WIB · Redaktur Desk Finansial

Bursa Efek Indonesia (BEI) bersiap menghadapi pekan perdagangan baru dengan sejumlah kebijakan signifikan yang mulai berlaku pada Senin, 28 September 2026, di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diprediksi bergerak mendatar cenderung melemah.

Saham Keluar FCA92 saham
Saham Aktif di FCA44 saham
Batas Harga Minimum BaruRp 1 per lembar
Perusahaan Antre IPO6 perusahaan
Redaksi BertugasRedaktur Desk Finansial

Berdasarkan laporan Katadata Riset & Ekonomi yang dirilis pada Minggu, 27 September 2026, Bursa Efek Indonesia mengumumkan sebanyak 92 saham resmi keluar dari Papan Pemantauan Khusus (FCA), dengan 44 saham di antaranya tercatat masih aktif diperdagangkan. Kebijakan ini beririsan dengan sorotan dari Kontan Investasi & Makro yang, pada waktu rilis yang sama, melaporkan bahwa BEI resmi mencabut ketentuan harga minimum saham dari Rp 50, sehingga batas bawah harga saham kini menjadi Rp 1 per lembar. Sementara itu, liputan dari Detik Finance pada Minggu, 27 September 2026, memberikan perspektif berbeda dari sisi korporasi dengan mencatat adanya enam perusahaan yang tengah mengantre dalam jadwal penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO), di mana dua di antaranya memiliki skala aset di atas Rp 250 miliar. Kombinasi antara kebijakan perubahan batas bawah harga saham, dinamika papan pemantauan khusus, serta antrean emiten baru ini menjadi fokus utama para analis dalam memetakan arah pasar modal. Menanggapi dinamika tersebut, para pelaku pasar dan analis menyoroti potensi risiko volatilitas yang mungkin timbul, terutama saat aturan harga bawah Rp 1 mulai diterapkan pada perdagangan saham. Kebijakan ini menuntut kehati-hatian ekstra dari investor ritel maupun institusional dalam membaca fluktuasi harga yang berpotensi lebih lebar dibandingkan periode sebelumnya.

Dampak bagi pembaca

Pemberlakuan batas harga saham Rp 1 serta keluarnya puluhan saham dari Papan Pemantauan Khusus membawa implikasi langsung berupa potensi kenaikan volatilitas harga di pasar domestik. Investor disarankan untuk memperketat manajemen risiko, melakukan analisis fundamental secara mendalam, serta mencermati likuiditas saham lapis kedua dan ketiga guna menghindari lonjakan kerugian akibat fluktuasi ekstrem.

Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (Katadata Riset & Ekonomi, Kontan Investasi & Makro, Detik Finance)