GeeGitMEDIA
BCA Tegaskan Isu Akuisisi Saham oleh Haji Isam Tidak Benar
finansial

BCA Tegaskan Isu Akuisisi Saham oleh Haji Isam Tidak Benar

26 Sep 2026 • 09:10 WIB · Redaktur Desk Finansial

PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA resmi membantah rumor yang beredar di pasar keuangan mengenai kabar rencana akuisisi saham perseroan oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, menyusul maraknya perbincangan publik terkait transaksi di bawah harga pasar pada akhir pekan terakhir September 2026.

Emiten TerkaitPT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
Tokoh Dalam IsuAndi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam)
Redaksi BertugasRedaktur Desk Finansial

Berdasarkan penelusuran dari berbagai media ekonomi nasional, gelombang klarifikasi ini bermula dari ramainya isu pencaplokan saham perbankan swasta terbesar di Indonesia tersebut. Berdasarkan laporan Kontan Keuangan yang dirilis pada Sabtu, 26 September 2026, pihak manajemen BCA secara tegas menepis kabar burung yang menyebutkan bahwa Haji Isam akan mengambil alih kepemilikan saham BBCA. Sementara itu, liputan dari CNN Indonesia Ekonomi dan CNBC Indonesia Market yang terbit sehari sebelumnya pada Jumat, 25 September 2026, mencatat bahwa manajemen BCA meminta publik dan para investor agar tetap tenang. Pihak bank mengimbau masyarakat untuk selalu menyerap informasi korporasi hanya melalui saluran komunikasi resmi perusahaan, guna menghindari disinformasi yang dapat memicu spekulasi liar di lantai bursa.

Dampak bagi pembaca

Isu pengambilalihan perusahaan berkapitalisasi pasar besar seperti BCA berpotensi memicu volatilitas harga saham jangka pendek serta kebingungan di kalangan investor ritel maupun institusional. Imbauan resmi dari manajemen ini menjadi langkah mitigasi penting untuk meredam spekulasi pasar. Pelaku pasar diimbau untuk senantiasa memverifikasi keterbukaan informasi melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) atau kanal investor relations emiten sebelum mengambil keputusan investasi.

Buka sumber asal: Kompilasi 3 Media (Kontan Keuangan, CNN Indonesia Ekonomi, CNBC Indonesia Market)