IHSG Menguat 0,42% ke 6.463 di Sesi I, Pasar Cermati Kenaikan Suku Bunga The Fed
Berdasarkan laporan Kontan Investasi & Makro, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 26,75 poin atau 0,42% ke level 6.463,61 pada akhir perdagangan sesi I, Kamis, 17 September 2026, di tengah perhatian pasar terhadap kebijakan bank sentral Amerika Serikat.
Pergerakan pasar keuangan pada Kamis, 17 September 2026, diwarnai oleh berbagai sentimen global dan domestik. Liputan Sindonews Ekonomi & Bisnis menyoroti bahwa kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 25 basis poin menjadi perhatian utama pasar, yang turut memicu kekhawatiran potensi aksi profit taking pada IHSG. Kendati demikian, sejumlah sektor tetap menunjukkan ketahanan. Berdasarkan data Kontan Keuangan, saham-saham perbankan berkapitalisasi pasar jumbo (big banks) terpantau menguat pada sesi I hari ini. Sementara itu, laporan dari Kontan Investasi & Makro mencatat jajaran saham CUAN, ADMR, dan ADRO sebagai *top gainers* di indeks LQ45. Dari belahan pasar aset digital dan komoditas, dinamika global turut merespons kebijakan The Fed. CNBC Indonesia Market melaporkan bahwa perang turut mengerek harga minyak dan inflasi Amerika Serikat, yang berujung pada kenaikan suku bunga. Sejalan dengan itu, Detik Finance memberitakan harga Bitcoin naik 1,05% menjadi US$ 76.442 dengan kapitalisasi pasar mencapai US$ 1,53 triliun. Konfirmasi data telemetri resmi mencatat nilai tukar Dolar AS berada di level Rp 17.670,25 dengan perubahan -0,15%, serta tingkat inflasi *year-on-year* BPS Agustus 2026 sebesar 3,19%.
Dampak bagi pembaca
Penguatan IHSG di sesi I memberikan angin segar bagi investor domestik, meskipun bayang-bayang kenaikan suku bunga The Fed dan lonjakan inflasi global menuntut kewaspadaan tinggi. Pelaku pasar diimbau untuk terus memantau volatilitas nilai tukar dan menerapkan strategi mitigasi risiko portofolio secara cermat guna menghadapi potensi fluktuasi lanjutan pada sesi perdagangan berikutnya.
Buka sumber asal: Kompilasi 5 Media (CNBC Indonesia Market, Kontan Keuangan, Detik Finance)