GeeGitMEDIA
IHSG Terkoreksi 0,88% ke Level 6.381 di Awal Pekan, Sektor Energi Jadi Pemberat
finansial

IHSG Terkoreksi 0,88% ke Level 6.381 di Awal Pekan, Sektor Energi Jadi Pemberat

21 Sep 2026 • 17:10 WIB · Redaktur Desk Finansial

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa parkir di zona merah pada perdagangan awal pekan, Senin, 21 September 2026, setelah mengalami pelemahan sebesar 0,88% sejalan dengan tekanan pada nilai tukar rupiah.

Perubahan IHSG-0,88%
Level Penutupan IHSG6.381 - 6.384
Waktu PeristiwaSenin, 21 September 2026, sore WIB
Redaksi BertugasRedaktur Desk Finansial

Berdasarkan himpunan laporan dari berbagai media independen, pergerakan bursa saham domestik pada awal pekan ini menunjukkan tren koreksi yang signifikan. Berdasarkan liputan Detik Finance dan CNN Indonesia Ekonomi, IHSG ditutup melemah di level 6.384. Sementara itu, Katadata Riset & Ekonomi merinci penurunan tersebut sebesar 56,43 poin atau 0,88% ke level 6.384 pada penutupan perdagangan Senin, serta mencatat adanya transaksi crossing pada saham-saham tambang nikel seperti INCO dan NCKL. Di sisi lain, CNBC Indonesia Market melaporkan posisi akhir indeks parkir di angka 6.384,73 dengan sektor energi menjadi salah satu pemberat utama laju indeks. Laporan lebih spesifik dari Kontan Investasi & Makro mencatat angka penutupan pada level 6.381 dengan deretan saham lapis unggulan yang masuk dalam jajaran top losers indeks LQ45, meliputi MBMA, ADMR, dan EXCL. Secara umum, dinamika pasar mencatatkan mayoritas saham berada dalam tekanan jual di mana ratusan emiten tercatat melemah dibandingkan yang menguat maupun stagnan.

Dampak bagi pembaca

Koreksi tajam yang dialami IHSG pada awal pekan ini memberikan implikasi langsung bagi para investor ritel maupun institusional untuk memperketat manajemen risiko portofolio mereka, khususnya pada saham-saham di sektor energi dan pertambangan yang menjadi pemberat indeks. Pelaku pasar diimbau untuk tetap mencermati sentimen makroekonomi global serta pergerakan nilai tukar rupiah sebagai faktor fundamental yang memengaruhi stabilitas pasar keuangan domestik.

Buka sumber asal: Kompilasi 5 Media (Detik Finance, CNN Indonesia Ekonomi, Katadata Riset & Ekonomi)