IHSG dan Rupiah Tertekan, Saham BYAN Ambles Belasan Persen di Sesi I
Indeks Harga Saham Gabungan dan mata uang rupiah mengalami tekanan pada perdagangan Senin, 14 September 2026. Berdasarkan laporan CNN Indonesia Ekonomi dan Kontan Investasi & Makro, pelemahan ini diwarnai oleh koreksi tajam pada saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) serta depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Liputan dari CNN Indonesia Ekonomi mencatat bahwa saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) ambruk 11,13 persen ke level Rp10.975 per saham hingga pukul 11.59 WIB pada Senin, 14 September 2026. Tekanan jual di pasar saham ini turut mencerminkan sentimen negatif yang melanda sejumlah emiten besar di bursa domestik pada sesi pertama perdagangan. Sementara itu, laporan Kontan Investasi & Makro menyoroti pergerakan di pasar valuta asing. Pada Senin (14/9/2026) siang pukul 12.11 WIB, rupiah spot tercatat melemah 0,23 persen ke level Rp17.651 per dolar AS. Konfirmasi data telemetri finansial resmi menunjukkan nilai tukar USD/IDR berada di kisaran Rp17.602,65 dengan kenaikan persentase perubahan sebesar 0,16 persen, memperkuat gambaran tekanan eksternal terhadap rupiah.
Dampak bagi pembaca
Tekanan ganda pada pasar ekuitas dan pelemahan rupiah ini berdampak langsung pada portofolio investor domestik maupun asing serta meningkatkan biaya impor bahan baku bagi sektor industri. Pelaku pasar diimbau untuk tetap mencermati volatilitas nilai tukar dan fundamental emiten secara seksama guna memitigasi risiko kerugian jangka pendek.
Buka sumber asal: Kompilasi 2 Media (CNN Indonesia Ekonomi, Kontan Investasi & Makro)