GeeGitMEDIA
Kemenhub Siapkan 3 Bandara Alternatif Imbas Penutupan 6 Bandara
bencana

Kemenhub Siapkan 3 Bandara Alternatif Imbas Penutupan 6 Bandara

06 Sep 2026 • 14:30 WIB · Redaktur Desk Makroekonomi & Kebijakan

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara resmi menyiapkan tiga bandara alternatif guna mengantisipasi gangguan penerbangan menyusul penutupan enam bandara yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, berdasarkan laporan CNN Indonesia Ekonomi yang dirilis pada Minggu, 6 September 2026.

Topik EkonomiKemenhub Siapkan 3 Bandara Alternatif Imbas Imbas Penutupan 6 Bandara
Inti Kebijakan / PasarKemenhub siapkan tiga bandara alternatif akibat penutupan enam bandara imbas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, yakni Bandara Kertajati, Ahmad Yani, dan Juanda.
Sumber LaporanCNN Indonesia Ekonomi
Waktu RilisMinggu, 6 September 2026, 14.23 WIB
KonteksDisarikan oleh GeeGit Media; selengkapnya baca pada tautan asli penerbit.
Redaksi BertugasRedaktur Desk Makroekonomi & Kebijakan

Langkah antisipatif ini diambil menyusul penutupan operasional di enam bandara utama akibat aktivitas vulkanik. Sebagai solusi rekayasa lalu lintas udara dan menjaga konektivitas logistik serta penumpang, pemerintah menunjuk Bandara Kertajati, Bandara Ahmad Yani, dan Bandara Juanda sebagai pangkalan pengganti. Kebijakan taktis ini diharapkan mampu meminimalisir kelumpuhan sektor transportasi udara nasional yang terdampak langsung oleh material erupsi Gunung Anak Krakatau. Otoritas terkait terus memantau pergerakan abu vulkanik guna memastikan keselamatan penerbangan di wilayah udara sekitar.

Dampak bagi pembaca

Dampak penutupan enam bandara dan pengalihan ke tiga bandara alternatif berpotensi memicu penyesuaian jadwal penerbangan serta lonjakan mobilitas di bandara pengganti. Masyarakat dan pelaku perjalanan diimbau untuk terus memantau pembaruan jadwal secara berkala langsung dari maskapai penerbangan masing-masing, serta merujuk pada informasi resmi dari Kementerian Perhubungan demi keselamatan dan kelancaran perjalanan.

Buka sumber asal: CNN Indonesia Ekonomi