GeeGitMEDIA
IHSG Turun 1,11% ke 6.313,6 di Sesi I, Top Losers LQ45 ISAT, AMMN, MEDC
finansial

IHSG Turun 1,11% ke 6.313,6 di Sesi I, Top Losers LQ45 ISAT, AMMN, MEDC

22 Sep 2026 • 15:10 WIB · Redaktur Desk Finansial

Pada Selasa, 22 September 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah di sesi pertama perdagangan, tercatat turun 71,16 poin atau 1,11% menjadi 6.313,6. Penurunan ini terjadi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada jam perdagangan siang, dengan tekanan paling kuat datang dari sektor energi dan tiga saham LQ45—PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (ISAT), PT Amman Mineral Nusa (AMMN), serta PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)—yang menjadi kontributor utama penurunan. Investor mengamati dinamika ini sambil menunggu data ekonomi lanjutan dan kebijakan moneter yang diperkirakan akan memengaruhi sentimen pasar ke depan.

IHSG pada penutupan sesi I6.313,6
Penurunan poin71,16 poin
Persentase penurunan1,11%
Jumlah saham merah513 saham
Top losers LQ45ISAT, AMMN, MEDC
Redaksi BertugasRedaktur Desk Finansial

Berbagai media melaporkan angka yang konsisten. Sindonews Ekonomi & Bisnis menuliskan IHSG anjlok 1,11% ke level 6.313 pada penutupan sesi I, sementara Detik Finance menekankan bahwa saham bank BUMN juga ikut melemah dalam konteks yang sama. CNN Indonesia Ekonomi menambahkan rincian bahwa sebanyak 513 saham tercatat merah, menandakan penurunan luas di pasar. CNBC Indonesia Market menyoroti bahwa saham Bayan Resources (BYAN) menjadi beban utama, menambah gambaran sektor energi yang paling terdampak. Kontan Investasi & Makro memberikan angka paling detail, mencatat IHSG turun 71,16 poin ke 6.313,566 dan menegaskan sektor energi sebagai penyumbang penurunan terbesar. Meskipun tidak ada telemetri resmi yang tersedia untuk mengonfirmasi data tersebut, semua laporan mengacu pada angka penutupan yang sama, memperkuat keabsahan informasi. Top losers LQ45—ISAT, AMMN, dan MEDC—ditandai sebagai saham yang paling tertekan, mencerminkan sensitivitas sektor energi terhadap faktor eksternal seperti harga komoditas dan kebijakan energi nasional. Secara keseluruhan, penurunan ini menandai pergeseran sentimen pasar menjadi lebih hati-hati, terutama menjelang rilis data inflasi dan keputusan suku bunga yang dijadwalkan minggu depan.

Dampak bagi pembaca

Penurunan IHSG sebesar 1,11% dalam sesi pertama menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor ritel dan institusi, terutama yang memiliki eksposur tinggi pada sektor energi. Dampaknya dapat memicu penyesuaian portofolio, peningkatan likuiditas pada saham defensif, serta penurunan volume perdagangan pada saham-saham berisiko tinggi. Analis menyarankan pemantauan ketat terhadap data ekonomi makro dan kebijakan moneter, serta penggunaan stop‑loss untuk melindungi posisi pada saham LQ45 yang mengalami penurunan tajam.

Buka sumber asal: Kompilasi 5 Media (Sindonews Ekonomi & Bisnis, Detik Finance, CNN Indonesia Ekonomi)